Investasi di Kota Mataram Capai Rp 14,8 Triliun

Mataram (suarantb.com) – Jumlah investasi di Kota Mataram terus meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah yang terdata di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Mataram mencapai Rp 14,8 triliun. Data tersebut tercatat sejak tahun 2014 hingga triwulan ketiga 2016. Jumlah ini terus meningkat hingga triwulan keempat, dan diprediksikan meningkat tajam di tahun 2017 nanti.

Kenaikan jumlah investasi di Kota Mataram dipicu oleh pembangunan yang semakin pesat. Terutama di bidang perdagangan dan jasa. Selain itu, faktor kunjungan wisata menarik minat investor untuk membangun usaha perhotelan. Bidang perhotelan diyakini sebagai sumber investasi terbesar di Kota Mataram.

Iklan

Menjelang 2017, telah tercatat sebanyak tiga investasi besar di bidang perhotelan yang akan terealisasi tahun 2017 nanti. Demikian disampaikan Kepala Badan BPMP2T Kota Mataram, Drs. Cokorda Sudira Muliarsa, Rabu, 26 Oktober 2016.

Ia mengatakan, investasi sebesar Rp 14,8 triliun tersebut terus berlanjut sejak tahun 2014, hingga triwulan terkahir 2016 ini, belum ada pencabutan investasi baik oleh pemerintah ataupun investor. Pemkot Mataram sendiri selalu mengacu pada peraturan perundang-undangan maupun Perda Kota Mataram sebelum mengeluarkan izin investasi. Sehingga belum pernah ditemui kasus pelanggaran selama ini.

“Semuanya kita atur sesuai Perda, harus sesuai dengan peruntukannya, kalau dia membangun di RTH ya jelas ditolak,” jelasnya.

Melihat ketersediaan lahan di Kota Mataram saat ini, Cokorda mengatakan beberapa tahun berikutnya masih memungkinkan masuknya investasi. Lahan di Kota Mataram masih cukup luas untuk dilakukan pembangunan, yang tentunya akan tetap disesuaikan dengan Perda.

Investasi yang melanggar Perda, secara tegas akan ditolak penerbitan izinnya. Ia mengakui tahun ini, ada beberapa rencana investasi ditolak karena tidak sesuai dengan Perda.

Dari Rp 14,8 triliun, jumlah terbesar masuk pada 2015, di mana pada tahun tersebut terjadi pembangunan besar-besaran di Kota Mataram, baik berupa pusat perbelanjaan serta hotel-hotel berbintang. Di tahun 2017 pun diprediksi peningkatan tersebut cukup tinggi dengan adanya investasi pembangunan hotel-hotel besar.

“Dengan tiga hotel besar saja, peningkatan investasi kita sudah besar. Sekarang baru sampai pada izin lokasi,” ungkapnya. (rdi)