Investasi dan SDM untuk Mengentaskan Kemiskinan

Mataram (Suara NTB) – Dalam beberapa tahun terakhir, NTB menjadi sorotan baik nasional maupun internasional. Salah satunya karena berkembangnya pariwisata di daerah ini yang kini dikenal menjadi destinasi wisata halal terbaik dunia. Pada usianya ke-58 tahun yang jatuh pada hari ini, Sabtu, 17 Desember 2016, masih banyak PR yang menanti untuk dituntaskan. Salah satunya ialah memerangi kemiskinan.

Salah satu jalan mengurangi angka kemiskinan ini ialah dengan meningkatkan investasi ke daerah ini dan bagaimana mengembangkan sumber daya alam yang besar ini untuk diolah di daerah oleh dunia industri sehingga memberi nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat NTB. Itulah salah satu poin yang mengemuka dalam diskusi terbatas Harian Suara NTB dengan tema ‘’Refleksi 58 Tahun NTB’’ bekerja sama dengan Pemprov NTB pada Kamis, 15 Desember 2016.

Iklan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Prijono mengakui pertumbuhan ekonomi NTB telah mengarah ke angka yang cukup baik. Namun pertumbuhan ekonomi ini masih didorong konsumsi sebesar 70 persen, di mana keberlanjutannya ke depan dalam mendorong sektor perekonomian ini masih dipertanyakan. Untuk itulah pemerintah harus mendorong bagaimana meningkatkan produksi sehingga tingkat konsumsi yang tinggi ini bisa diimbangi.

‘’Karena yang terjadi di beberapa negara atau di beberapa daerah dukungan pertama untuk pertumbuhan adalah dengan menggenjot konsumsi, konsumsi sudah sangat banyak, produksinya tidak diimbangi. Akibatnya tetap impor,’’ jelasnya. Kondisi ini dapat memukul mundur pertumbuhan ekonomi. Untuk itulah menurut Prijono, hal ini menjadi PR bersama yang harus dipikirkan solusinya.

Solusi jangka panjang ialah mendorong investasi masuk ke daerah ini. Karena investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Investasi ini juga erat kaitannya dengan penyerapan tenaga kerja sehingga dapat menurunkan angka pengangguran. ‘’Untuk mendukung pertumbuhan yang sustainable, sebetulnya investasi salah satu yang harus ditingkatkan juga,” ujarnya.

  Lumbung Sasak Harus Diselamatkan dari Ancaman Kepunahan

Bagaimana mendorong investasi ini adalah salah satunya dengan menyiapkan kemudahan informasi bagi para calon investor terkait berbagai potensi yang ada di NTB. Prijono juga mengusulkan dibentuk sebuah lembaga sejenis NTB Incorporated yang menyediakan informasi lengkap terkait potensi investasi di NTB. Informasi yang disediakan harus lengkap dari berbagai sektor baik pertanian, perdagangan, kelautan, pariwisata, dan lainnya. Selain itu disediakan juga informasi bagaimana mekanisme pengurusan izin secara lengkap dan mudah.

Prijono juga mengingatkan jangan sampai daerah ini terjebak sebagai daerah berpenghasilan menengah. Untuk menjadi daerah yang berpenghasilan tinggi, maka industri menjadi salah satu solusinya. Ia mengatakan ada beberapa industri yang telah ada di NTB ini, salah satunya pabrik gula yang ada di Dompu. Namun kendalanya selama ini adalah kurangnya SDM yang bisa dilibatkan dalam industri tersebut.

‘’Pabrik gula itu ada untuk menciptakan nilai tambah yang tinggi, dari barang pertanian diolah menjadi gula pasir. Hanya persoalannya di situ ada SDM lagi. Saya melihat, kita cari orang susah, padahal kita punya usia produktif yang memang potensial, tapi tidak siap mungkin,’’ jelasnya.
Jika SDM ini tidak disiapkan sejak awal untuk menerima investasi-investasi besar yang masuk ke daerah ini, maka ke depan dapat muncul persoalan.
‘’Saya khawatir kalau enggak disiapin dari awal, ini beberapa catatan juga ini malah menjadi semacam blunder dan membawa cost sosial yang sangat mahal. Kita hanya menjadi penonton saja, menjadi tidak happy, begitu ada industri dirusuhin terus karena merasa tidak dilibatkan. Tapi tidak dilibatkan kenapa? Karena memang tidak memiliki kualifikasi. Ini kan jadi persoalan lagi,” jelasnya.

Jangan sampai nantinya orang-orang yang memiliki posisi strategis dalam industri tersebut adalah orang luar karena memiliki kapasitas dan kapabilitas yang memang dibutuhkan. ‘’Jangan sampai hal-hal semacam ini terjadi. Kita Global Hub sudah siap, Samota siap, di Kayangan juga sudah siap, pabrik gula siap, tapi manusianya ndak mendukung, ini juga satu persoalan,’’ demikian Prijono.

  Perbaiki Kualitas SDM dan Tata Tuntas Destinasi

Waspadai Investasi Bodong

Kendati investasi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memberi dampak perekonomian bagi masyarakat, namun pemerintah juga diingatkan untuk tetap berhati-hati dalam menerima calon investor. Khususnya terhadap investasi bodong.

Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Yusri, investasi bodong ini justru dapat memicu peningkatan angka kemiskinan. “Salah satu yang akan menyebabkan peningkatan angka kemiskinan adalah investasi-investasi bodong yang ada di beberapa daerah,’’ jelasnya.

Yusri mengungkapkan pihaknya juga telah mencium indikasi beberapa investasi bodong yang masuk ke daerah ini, khususnya Mataram. Dua bulan lalu, tim OJK turun melakukan operasi intelijen di industri keuangan yang ada di daerah ini. ‘’Tim kami dua bulan lalu telah melakukan market conduct operasi intelijen di industri keuangan. Ada beberapa indikasi itu bodong,’’ terangnya.

Untuk itulah menurutnya masyarakat perlu diberikan edukasi agar tak mudah tergiur dengan bujuk rayu para calon investor yang berjanji memberikan imbalan yang cukup besar. Bahkan berjanji memberikan 100 persen sebulan, atau 300 persen hingga 400 persen setahun. Menurutnya hal ini sangat tidak mungkin. Ia pun mengingatkan jangan sampai masyarakat terjerumus ke dalam persoalan ini.

“Kalau masyarakat kita terjerumus pada hal-hal yang demikian, saya bisa pastikan pada saatnya akan timbul permasalahan dan upaya pemerintah yang selama ini untuk mengurangi angka kemiskinan tentunya akan sulit tercapai. Akan tercipta masyarakat-masyarakat miskin baru dengan permasalahan itu,” jelasnya.

“Kita bersama mengedukasi masyarakat agar tidak terjerumus pada investasi-investasi yang berisiko seperti itu,’’ lanjutnya.
Pertumbuhan ekonomi masyarakat di NTB dilihat dari sektor perkreditan menurut Yusri cukup tinggi, melampaui angka secara nasional.

“Pertumbuhan kredit di NTB itu sebesar 14,79 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan nasional yang hanya 6,45 persen. Tentunya ini mencerminkan bahwa kebutuhan kredit di NTB ini cukup besar. Serapan kredit di NTB ini sangat cukup baik. Tentunya saya yakin belum seluruhnya bisa terpenuhi permintaan dari masyarakat,’’ jelasnya.

  Agar Sampah Tak Memicu Konflik

Pemerintah menurutnya harus berperan bagaimana menciptakan masyarakat NTB memiliki kemampuan untuk bisa menyerap kredit.
Pemerintah juga harus memfasilitasi tumbuhnya usaha yang layak (feasible) dan dapat mengakses industri keuangan (bankable). Di NTB banyak sektor potensial yang bisa menumbuhkan industri kreatif baik pertanian, kelautan, maupun pariwisata. Dinas terkait dalam hal ini harus menyiapkan karakter-karakter pelaku ekonomi yang siap berhubungan dengan industri keuangan. Karena permasalahan utama dari masyarakat menurutnya lemahnya permodalan untuk berusaha.

“Saya berharap juga peran pemerintah daerah juga bisa menjembatani sehingga usaha-usaha itu tadi bisa menjadi bankable. Katakan selama ini dia tidak memiliki sertifikat tanah, bagaimana pemerintah mendorong aset-aset yang dimiliki khususnya tanah bisa disertifikatkan,” terangnya.

Yusri juga memberi masukan agar pemerintah memberikan subsidi semacam asuransi kepada masyarakat miskin seperti petani, peternak dan nelayan. Menurutnya ada perusahaan asuransi yang siap menyediakan asuransi khusus bagi beberapa sektor yang ada di NTB ini, khususnya bagi petani tembakau.

Peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga harus dimaksimalkan untuk memfasilitasi usaha-usaha masyarakat dengan industri keuangan. “Komunikasi selama ini antara pelaku ekonomi dengan industri keuangan ini tidak begitu bagus. Ada usaha-usaha yang produktif, yang feasible tapi tidak terkomunikasikan dengan industri keuangan. Inilah pentingnya TPAKD ini bisa kita maksimalkan, bagaimana dinas-dinas terkait yang duduk di TPAKD itu bisa kita maksimalkan,” saran Yusri. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here