Investasi Bodong, Polisi Cari Rumusan Pasal Jerat Pidana Pengelola LTC

I Gusti Putu Gede Ekawana. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Lucky Trade Community (LTC) sudah dinyatakan bubar. Penghimpunan dana modus investasi uang kripto ini kini sedang dalam urusan polisi. Pidana berlapis menanti apabila ditemukan indikasi penipuan dan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin.

“Memang betul nyatanya tidak bisa dikembalikan uang itu,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Jumat, 16 April 2021. “Modusnya hampir sama dengan yang sudah-sudah. Investasinya tidak ada izin,” imbuhnya. LTC yang kini sudah mengubah  namanya menjadi Lucky Best Coin (LBC) ini menghimpun dana dari anggotanya dengan skema paket. Keuntungannya pun beragam. Namun di luar kewajaran karena sampai 90 persen dalam kurun waktu satu bulan.

Iklan

Tim penyidik sudah menelusuri modus investasi LTC ini. selanjutnya berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB. Anggota investasi dimintai keterangan. Demikian juga dengan pengelola LTC, Lukman Hakim. “Transaksinya masuk kategori investasi bodong,” sebut Eka. Eka mengatakan, ditemukan indikasi penyimpangan dalam praktik yang dijalankan LTC ini. “Ini bodong kalau dilihat dari izinnya, kalau bersifat transaksi online berarti nanti masuke ITE, tapi kalau dia ini penipuan, masuknya ke pidana umum,” urainya.

Investasi seperti LTC ini cepat menarik minat masyarakat karena menjanjikan keuntungan fantastis dalam waktu singkat. Eka mengimbau masyarakat untuk lebih jeli melihat setiap tawaran investasi. Yang paling bisa dilihat dari legalitanya dan kewajarannya. “Investasi menggiurkan bukan berarti itu menjanjikan. Apalagi kalau tidak ada legalitasnya dan menjanjikan keuntungan banyak,” tandas Eka. (why)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional