Investasi Bodong Bisa Melahirkan Kemiskinan

Mataram (suarantb.com) – Maraknya investasi bodong di NTB diakui Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Yusri bisa membawa korbannya jatuh dalam kemiskinan. Sebab ini termasuk dalam jenis tindakan penipuan.

“Ini termasuk penipuan, orang tertipu kan pasti duitnya hilang. Jadilah orang miskin jadinya,” jelasnya, Rabu, 8 Maret 2017.

Iklan

Jika demikian, usaha penurunan angka kemiskinan yang dilakukan Pemprov NTB akan semakin sulit. Untuk itu ia berpesan agar masyarakat tidak mudah tergiur penawaran investasi ini. “Jangan tergiur dengan investasi yang tinggi, kita tanam Rp 10 juta tiap bulan katanya dapat Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta, mana ada itu,” tegasnya.”Belajarlah dari kasus-kasus yang terpublish di media. Masyarakat harus belajar dari situ. Seperti kasus Koperasi Pandawa, itu triliunan duit masyarakat yang dia himpun,” tambah Yusri.

Tahun ini, OJK RI telah mengeluarkan rilis 80 perusahaan investasi bodong. Mulai dari yang ilegal hingga yang diragukan legalitasnya. Dari 80 perusahaan tersebut, ada perusahaan yang melakukan kegiatan di NTB. Hanya saja, ia belum memiliki data pasti terkait jumlah investasi bodong di NTB.

“Untuk yang di NTB saya belum mempunyai data pasti. Tetapi di antara yang 80 itu ada cabangnya di NTB,” ungkapnya.

Masyarakat diminta untuk selalu berhati-hati dan waspada memilih tempat untuk berinvestasi. Iming-iming bunga dan hasil yang besar harus diwaspadai. Terlebih jika ada yang menjanjikan bunga sebesar 20-30 persen. “Jangan tergiur, perhatikan risikonya,” tandasnya. (ros)

Advertisement