Internet Desa di Lotim Bersaing dengan ‘’Wifi’’ Rumahan

Ilustrasi koneksi internet.(Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Lotim.net saat ini harus berhadapan dengan para pelaku bisnis jaringan internet rumahan yang tersebar di seluruh desa. Bisnis internet ilegal itu diakui sedang marak. Penghasilannya pun cukup menjanjikan. Tidak sedikit yang khawatir dan takut dengan kehadiran jaringan internet yang disediakan Pemkab Lotim yang sudah disebarkan ke seluruh desa.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Lotim, Ahmad Masfu kepada Suara NTB, Jumat, 20 November 2020. Bagi Masfu, wifi rumahan yang ada sekarang ini dipersilakan berjalan seperti biasa dan tidak perlu khawatir.

Iklan

Pemerintah katanya tidak akan menyoal keberadaan jaringan internet rumahan yang diketahui sebagian besar tidak berizin. Ditegaskan, Lotim.net yang dinamai di masing-masing desa dengan sebutan program internet desa pintar juga akan tetap berjalan sesuai tujuannya.

“Internet desa pintar ini bertujuan agar sistem informasi ini bisa berjalan antara kabupaten hingga ke tingkat rumah tangga,” terangnya. Dipasangnya akses poin di 254 desa/kelurahan dan 254 dusun se Kabupaten Lotim secara gratis ini tujuannya juga untuk bisa mendatangkan kesejahteraan bagi desa. “Kalau mau mengambil potensi dipersilakan, yang jelas tujuan utama kita desa-desa ini semua dapat terakses informasi,” imbuhnya.

Selanjutnya, katanya tinggal dipilih oleh masyarakat. Apakah menggunakan jaringan internet Lotim.net dengan internet rumahan. Masyarakat bisa menentukan pilihan yang dianggap terbaik. Bagi Lotim.net sendiri diyakinkan jauh lebih luas jangkauannya dibandingkan internet rumahan.

Pemerintah Lotim sambungnya mencoba menawarkan yang lebih baik kepada masayrakat. Keberadaan internet rumahan ini tidak membuat takut kalah saing. Saat ini, Kominfo dan Persandian Lotim ini tengah melakukan perbaikan jaringan yang dianggap masih bermasalah. (rus)