Intensitas Hujan Meningkat, Waspadai Longsor dan Banjir

Bencana longsor di NTB. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Intensitas hujan semakin meningkat di NTB. Beberapa titik yang dilanda hujan deras berdampak banjir di Kota Bima dan tanah longsor di Lombok Timur.

Kejadian banjir kiriman melanda Kota Bima  Jumat, 14 Februari 2020 lalu sekitar pukul 20.40 Wita. Banjir merendam  Kelurahan Paruga dan Kelurahan   Dara Kota Bima, padahal  saat itu tidak ada hujan.

Iklan

Informasi yang masuk ke Pusdalops BPBD NTB, hujan intensitas tinggi di wilayah hulu bagian timur Kota Bima yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bima. Dampaknya, luapan air bah menggenangi rumah warga di wilayah hilir seperti Kelurahan Paruga dan Kelurahan Dara Kota Bima sekitar pukul 15.00 – 16.30 Wita.

‘’Anggota Tim  Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Bima dan terjun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan membantu membersihkan lumpur di rumah warga,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH.

Hasil monitoring tim penanggulangan bencana di kabupaten dan kota, hujan lebat disertai angin kencang  turun sejak sore hari jam 15.00 pada Jumat lalu  di sebagian wilayah Kabupaten Bima. Hujan lebat terjadi  disertai angin kencang itu melanda  Desa Belo, Desa Teke dan Desa Nata,  Kecamatan Palibelo.

Akibatnya puluhan rumah warga terendam banjir bercampur lumpur.  Puluhan warga terdampak banjir di tiga desa tersebut.

‘’Sementara upaya yang dilakukan BPBD Kabupaten Bima, menerjunkan TRC  untuk penanganan keadaan darurat. Mereka juga memantau  18 Kecamatan lainnya,’’ ujar Khalik.

BMKG sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan soal intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Bima dan Dompu, berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Hujan lebat disertai angin  kencang melanda Kecamatan Monta, Woha, Belo, Palibelo, Lambitu, Wawo, Langgudu, Sape, Soromandi. Peringatan dini itu dapat meluas ke wilayah Donggo, Bolo, Kota Bima, Wera, Ambalawi, Huu, Parado, Lambu  dan sekitarnya.

Hujan lebat disertai angin kencang juga melanda sebagian wilayah di Pulau Lombok. Akibatnya terjadi longsor dan pohon tumbang di Pusuk Sembalun.

 Tanah longsor dan pohon tumbang terjadi di jalan utama penghubung Kecamatan Suela dan Kecamatan Sembalun. Tanah dari tebing menutup jalan raya mengakibatkan akses macet total. Laporan Koramil 1615-10/Sembalun bersama anggota Polsek Sembalun, material longsor menutup akses jalur wisata tersebut.

Danramil  1615-10/Sembalun Lettu Inf Abdul Wahab menjelaskan, diawali hujan deras sejak sore mengakibatkan tanah longsor dan pohon tumbang. ‘’Akibatnya mengganggu lalu lintas kendaraan. Terjadi kemacetan sepanjang 3 Km,’’ kata Wahab Sabtu petang.

Pihaknya bersama anggota Polsek dan masyarakat langsung terjun ke lokasi dan pohon yang tumbang dan menyingkirkan dari jalan raya. Di ruas jalan sama juga terjadi longsor diakibatkan hujan membawa material tanah dan  batu ke permukaan jalan.

Malam itu aparat tidak mampu mengatasi longsor mengingat suasana gelap. Pembersihan dilanjutkan Minggu pagi.

Berdasarkan laporan yang diterima Dandim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf. Agus Prihanto Donny, S.IP, sampai Sabtu malam kemarin di ruas yang sama empat kali kejadian tanah longsor dan pohon tumbang. “Ini akibat struktur tanahnya yang labil dan berpotensi tanah longsor sehingga begitu hujan deras, tanah yang labil tadi tergerus air hujan. Ini mungkin menjadi atensi kita bersama untuk mengambil langkah preventif ke depan,’’ harap Dandim.

Mantan Danyonif 742/SWY tersebut mengingatkan personelnya dan warga sekitar tetap waspada longsor susulan.  (ars)