Integrasi Program Diharapkan Efektif Atasi Kemiskinan

Mataram (suarantb.com) – Hingga saat ini, angka kemiskinan di Kota Mataram masih berada di atas angka 10 persen. Sementara dalam satu tahun, penurunan angka kemiskinan tertinggi yang dapat dicapai hanya sekitar 3 persen. Pencapaian tersebut pun dinilai maksimal sesuai kemampuan Pemkot Mataram.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengatakan, kondisi perkotaan secara tidak langsung menjadikan aspek penyebab kemiskinan lebih kompleks.

Iklan

Selain persoalan lapangan pekerjaan, pendidikan dan kesehatan pun menjadi faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan. Oleh karena itu, untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Mataram sendiri telah menjalankan banyak program, baik di masing-masing SKPD Kota Mataram sendiri, ataupun terintegrasi dengan pemerintah pusat dan provinsi.

“Misalnya dengan pemerintah pusat, program yang kemarin kita launching, PKH. Itu kelompok sasarannya sekitar 10 ribu KK (Kepala Keluarga). Itu cukup membantu,” paparnya, Selasa, 13 Desember 2016.

Integrasi program dengan pemerintah pusat dan provinsi secara langsung atau pun tidak langsung, Pemkot Mataram harapkan program tersebut efektif membantu mengurangi angka kemiskinan. Kendati pada mulanya program pengentasan kemiskinan antar Pemkot Mataram dengan Pemerintah Provinsi NTB belum sinkron, namun hal tersebut dapat diatasi dengan koordinasi dan harmonisasi antara Pemkot Mataram dan Pemprov NTB.

“Itu yang saya sebutkan sebagai program yang terintegrasi menjadi satu program, dan terpadu. Insya Allah itu akan bisa menurunkan angka kemiskinan,” jelas Ahyar.

Selain itu, meningkatnya investasi di Kota Mataram pun dinilai cukup memberikan dampak positif pada tingkat serapan tenaga kerja di Kota Mataram. Dengan demikian, peningkatan investasi ini memiliki implikasi terhadap penurunan angka kemiskinan.

“Artinya itu, lapangan pekerjaan jadi terbuka,” tambahnya.

Menurut Ahyar, banyaknya faktor penyebab kemiskinan ini pun secara tidak langsung menuntut solusi yang cukup kompleks. Sehingga tidak hanya dapat dituntaskan dengan satu dua program, namun harus diintegrasikan dengan program-program lain yang bersentuhan langsung dengan persoalan kemiskinan.

  Gratifikasi Rp1,2 Miliar Kurniadie, KPK Akhiri Pemeriksaan Saksi di Mataram

Terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, tidak selalu bergantung pada serapan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan tertentu. Namun juga dibutuhkan kompetensi dan keahlian (skill) masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja sendiri yang mampu bersaing di zaman serba modern dan canggih. Hal ini dapat dibentuk dengan adanya pembinaan-pembinaan, serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan, yang disertai dengan bantuan-bantuan permodalan dari pemerintah.

“Jadi tidak harus hanya mengharapkan lapangan pekerjaan dari pemerintah atau dari para investor. Tetapi mereka sendiri akan bisa berproduksi dengan potensi yang ada,” pungkasnya. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here