Inspektorat Turunkan Tim Periksa Proyek Dermaga Pantai Pink

Mataram (Suara NTB) – Penghentian aktivitas pembangunan dermaga perahu di Pantai Pink, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, kini tengah dipantau oleh Inspektorat. Pemantauan Inspektorat itu terkait dengan pertanggungjawaban penggunaan keuangan  negara yang sudah digunakan untuk pembiayaan pembangunan yang sudah berjalan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Inspektur Inspektorat Provinsi NTB, H. Ibnu Salim, SH, MH, Selasa, 19 Desember 2017 kemarin di ruang kerjanya.

Iklan

“Otomatis kita pantau sebagai lembaga yang melakukan pemantauan dan pengawasan. Diminta atau tidak, kita tetap turun. Kita tetap monitor, kita juga sudah ada tim yang turun melihat kondisinya,” ujar Ibnu Salim.

Hal itu dilakukan oleh Inspektorat, untuk memastikan tidak ada kerugian negara dalam proyek tersebut. Pihaknya juga sudah menghimbau untuk menghentikan aktivitas pembangunan dermaga tersebut, sesuai dengan perintah dari Gubernur.

“Nanti ada pemeriksaan. Hasilnya apakah ada kerugian atau tidak. Karena proses awal, mereka laksanakan sesuai kontrak. Kalau sudah tidak sesuai ketentuan, maka sebagai pencegahan, kita monitor. Apa ada potensi kerugian negara implikasi dari pembanguan yang tidak berjalan. Jadi kita mencegah ada keruginan negara akibat dari penghentian itu,” paparnya.

Proyek dermaga senilai Rp 400 juta tersebut, sudah dicairkan untuk termin pertamanya. Uang yang sudah dicarikan itulah yang harus dikembalikan. “Kalaupun ada kerugian, maka uang negara harus dikembalikan. uang yang sudah dikeluarkan, harus diganti,” katanya.

Ibnu juga menyampaikan bahwa proses pengembalian uang negara yang sudah digunakan itu, dideadline sampai batas waktu penggunaan anggaran tahun 2017. Jika tidak, maka hal tersebut bisa menjadi temuan. Untuk itu ia mengimbau agar segera diselesaiakan. (ndi)