Inspektorat Masih Audit Dugaan Penyalahgunaan Dana Operasional RSUD Sondosia

Ilustrasi Dokumen (Suara NTB/ist)

Bima (Suara NTB) – Inspektorat Kabupaten Bima masih melalukan audit dugaan penyalahgunaan dana operasional RSUD Sondosia Kabupaten Bima tahun 2019 yang saat ini diselidiki Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bima.

“Masih kita audit, belum selesai,” kata Kepala Inspektorat Kabupaten Bima, H. Abdul Wahab Usman SH kepada Suara NTB akhir pekan kemarin.

Iklan

Terkait persoalan tersebut, Wahab menegaskan belum bisa membeberkan hasil sementara audit. Ia meminta semua pihak agar menunggu hasil audit oleh tim Inspektorat yang masih bekerja saat ini.

“Tim audit masih bekerja jadi belum bisa diketahui hasilnya. Soal ini juga silahkan konfirmasi juga Direktur RSUD,” katanya.

Seperti diberitakan Suara NTB sebelumnya, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bima menyelidiki kasus dugaan korupsi dana operasional RSUD Sondosia Kabupaten Bima tahun 2019. Bahkan sejumlah saksi telah dipanggil dan dimintai keterangan, belum lama ini.

Kapolres melalui Kanit Tipikor Polres Bima, Iptu Hari Purnomo mengaku saat ini pihaknya menyelidiki kasus dugaan korupsi dana operasional RSUD Sondosia tahun 2019 yang dilaporkan awal Bulan Februari.

“Masih diselidiki. Laporan aduanya tertanggal 2 Februari 2020 kemarin,” katanya kepada Suara NTB, baru baru ini.

Dalam menelusuri laporan tersebut, Hari mengaku, pihaknya telah memanggil sejumlah pejabat teras RSUD Sondosia hingga Kepala Ruangan untuk dimintai keterangan.

“Kalau tidak salah sudah ada delapan orang (pejabat RSUD Sondosia) yang dimintai keterangan terkait laporan ini,” ujarnya.

Terkait laporan itu, Ia mengaku belum bisa menyimpulkan apakah dana operasional tersebut bermasalah atau tidak, pasalnya masih ada sejumlah pejabat yang akan kembali dimintai keterangan, termasuk Direktur RSUD dan pejabat di Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima.

“Laporannya masih diselidiki dan masih ada sejumlah pihak yang akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu Direktur RSUD Sondosia, dr. Yulian enggan memberikan komentar terlalu jauh, karena pihaknya masih menunggu tim dari Inspektorat Kabupaten Bima yang melakukan audit.

“Terkait soal itu (laporan dugaan korupsi dana operasional) belum bisa saya tanggapi karena masih menunggu audit tim Inspektorat,” katanya.

Mengapa harus menunggu audit tim Inspektorat Kabupaten Bima ? Menurutnya hingga kini RSUD Sondosia masih berstatus dan dibawah naungan Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dikes. “Soal ini juga telah kami laporkan ke Ibu Bupati,” pungkasnya. (uki)