Inspektorat Audit Tujuh Pasar Tradisional di Mataram

Mataram (Suara NTB) – Inspektorat Kota Mataram melakukan audit khusus terhadap tujuh dari 19 pasar tradisional di Kota Mataram. Pemeriksaan komprehensif ini berkaitan dengan sistem penarikan retribusi, managemen pengelolaan pasar serta item lainnya.

Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Ir. H. Makbul Ma’shum dikonfirmasi, Rabu, 2 Agustus 2017 membenarkan jika timnya tengah turun melakukan audit terhadap tujuh pasar di Kota Mataram.

Iklan

Tetapi, ia tidak membeberkan materi apa saja yang menjadi pemeriksaan. Hanya secara umum disampaikan bahwa tim sedang proses pemeriksaan dan dijadwalkan pemeriksaan berlangsung selama 20 hari. “Ini baru seminggu berjalan,” cetusnya.

Tujuh pasar diaudit adalah Pasar Kebon Roek, Pasar ACC, Dasan Agung, Abian Tubuh, Cakranegara, Pagesangan dan Sindu. Kadis Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri membenarkan pemeriksaan tersebut. Pemeriksaan komprehensif tersebut dalam rangka audit internal pengelolaan, retribusi serta manajemen di pasar tersebut.

“Sebenarnya kita minta 19 pasar. Tapi yang direalisasikan hanya tujuh,” kata Alwan.

Tim dari Inspektorat baru berjalan tujuh hari melakukan pemeriksaan. Alwan mengaku sengaja meminta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah mengaudit untuk memberikan gambaran seperti apa pengelolaan pasar yang akan dilakukan kedepannya.

Apakah audit ini ada kaitannya dengan dugaan pungli di pasar tradisional? Mantan Kabag Humas dan Protokoler Setda Kota Mataram mengaku tidak ada kaitan sama sekali. Apalagi dikaitkan dengan di OTT-nya kepala pasar dan wakil kepala pasar Sayang – Sayang.

“Tidak ada kaitannya dengan itu. Inspektorat sudah bekerja tujuh hari lalu sebelum OTT,” paparnya. Dinas Perdagangan kata dia, akan terus melakukan evaluasi maupun monitoring terhadap kinerja kepala pasar. Sehingga tidak terjadi praktik pungli yang meresahkan pedagang. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional