Insentif Nakes Covid-19 di Lobar Segera Cair

Hj. Made Ambaryati (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) di Lombok Barat (Lobar) segera cair. Menyusul pihak Dinas Kesehatan sudah mengusulkan pembayaran insentif tersebut ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Diperkirakan insentif ini dibayar di atas tanggal 5 Juli nanti.

“Sudah kita usulkan  ke BPKAD, itu pakai dana kita sendiri hasil refocusing,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Lobar, Hj. Made Ambaryati, Kamis, 2 Juli 2020. Dasar pengusulan itu adanya SK Bupati tentang nakes yang menerima insentif. Tinggal kata dia menunggu pencairan, diharapkan bisa cair minggu-minggu ini. ‘’Kita harapkan bisa cair pekan-pekan ini,”imbuh dia.

Iklan

Terkait jumlah nakes yang diusulkan berbeda-beda per puskesmas, karena tergantung penanganan kasus Covid-19. Ada nakes yang diusulkan per puskesmas 5 orang ada juga 10 orang. Kalau rata-rata tiap puskesmas diusulkan 10 orang nakes, maka jumlahnya mencapai 190 orang ditambah lagi Rumah Sakit Awet Muda Narmada. “Ada 190 orang kalau rata-rata nakes yang diusulkan per puskesmas 10 orang,” terang dia.

Pihaknya mengusulkan pembayaran insentif  tahap I ini untuk dua bulan (Maret dan April). Jumlah anggaran yang diperlukan untuk insentif ini mencapai Rp 1 miliar lebih. Ia mengaku insentif ini molor akibat aturan dari pusat yang berubah-ubah menyebabkan puskesmas kebingungan untuk melengkapi kelengkapan usulan ke Pemda.

Berdasarkan aturan terbaru berbeda dengan Kementerian Keuangan yang dikeluarkan tanggal awal April dengan Permenkes tanggal 27 April. Di mana kalau aturan Permenkeu, bahwa seolah semua nakes memperoleh insentif. Namun begitu aturan Kemenkes turun, tidak semua nakes diberikan insentif. Mengacu aturan terbaru, intensif per bulan berbeda-beda. Seperti bulan Maret, kasus Covid-19 belum ada yang positif.

“Kemarin saya lihat hitungan insentifnya kecil, ada yang sebulan cuma Rp 3 juta, ada yang lima juta untuk dibagi dengan semua. Karena disesuaikan dengan jumlah kasus,” jelas dia.

  Program Unggulan NTB Gemilang Berkolerasi Memutus Penyebaran Covid-19

Mengacu aturan terbaru ini aku dia sangat Jelimet. Karena hitungan Insentif berdasarkan jumlah kasus yang ditangani. Itupun diatur lagi dengan mengacu kategori. Kategori I jumlah kasus di bawah 50 orang,  maksimal nakes yang diusulkan 4-6 orang. Kategori II di atas 50 orang, nakes yang diusulkan 6-10 orang dan ada kategori III lebih banyak lagi bisa diusulkan. Selain itu kata dia mengacu aturan ini juga yang mengeluarkan SK penerima insentif ini juga di pusat bukan di pemda dalam hal ini Dikes. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here