Insentif Nakes Cair, Vaksinator Menyusul

Tenaga kesehatan di RSUD Kota Mataram melakukan screening pasien yang akan divaksinasi, Jumat, 7 Mei 2021. Pemkot Mataram telah mencairkan insentif bagi tenaga kesehatan. Sedangkan,vaksinator menunggu pengajuan dari faskes. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram telah mencairkan insentif tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19. Berbeda halnya dengan vaksinator menunggu pengajuan dari fasilitas kesehatan baik itu puskesmas dan rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram,dr.H.Usman Hadi menerangkan,insentif nakes telah dibayarkan pekan lalu. Insentif dicairkan untuk tunggakan empat bulan mulai bulan September – Desember 2020. Sementara,sisanya di tahun 2021 masih diproses oleh Badan Keuangan Daerah. “Sudah dibayarkan yang empat bulan dulu,”kata Usman dikonfirmasi,Jumat, 7 Mei 2021.

Iklan

Tunggakan insentif nakes dibayarkan sekitar Rp4 miliar lebih. Berdasrakan surat keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/447/2020 tentang pemberian insentif dan santuna kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Coronavirus Disease 2019, bahwa insentif diterima paling tinggi oleh dokter spesialis mencapai Rp15 juta,dokter umum Rp10 juta, perawat dan bidan Rp7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp5 juta.

Ditambahkan Usman,insetif vaksinator belum dibayarkan karena menunggu pengajuan dari puskesmas. “Kan kemarin cair THR dan insentif. Sudah banyak belanja ke mall,”kelakarnya.

Diketahui, Dinas Kesehatan menganggarkan Rp18,5 miliar untuk tenaga kesehatan dan vaksinator. Alokasi anggaran tersebut,juga untuk membayar empat bulan sisa insentif di tahun 2020 mencapai Rp4 miliar. Khusus di tahun 2021, insentif nakes yang menangani Covid-19 dialokasikan selama tujuh bulan.

Insentif vaksinator memiliki perhitungan. Pada pemberitaan sebelumnya Usman menyampaikan, pemberian insentif vaksinator memiliki rumus atau perhitungan. Usman menggambarkan jumlah sasaran vaksinasi Covid-19 sekira 292.000 jiwa. Sasaran vaksin tidak semua diambil oleh fasilitas kesehatan di puskesmas. Kemungkinan Dikes hanya mengambil 150 ribu sasaran. Artinya, jika dua kali dilakukan vaksin maka 300 ribu sasaran yang akan dilayani vaksinasi.

Perhitungan insentif vaksinator ini perlu dirumuskan. Polanya apakah menggunakan perhitungan besaran orang atau pola lainnya. Contohnya,jika satu orang sasaran dihitung Rp 10 ribu – 15 ribu, maka anggaran dibutuhkan untuk vaksinator mencapai Rp 4,5 miliar. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional