Inovasi Menjamur, NTB Targetkan Cetak 1.000 IKM Permesinan dan Pengolahan

M. Khairul Ihwan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perindustrian (Diperin) NTB melalui Science Technology dan Industrial Park (STIPark) menargetkan penciptaan 1.000 IKM permesinan dan pengolahan sampai 2023 mendatang. Direktur STIPark NTB, M. Khairul Ihwan mengungkapkan inovasi teknologi mulai menjamur di daerah ini.

‘’Inovasi itu sekarang tumbuh seperti jamur. Semua orang baik IKM/UKM maupun SMK tergoda untuk membuat inovasi,’’ kata Ihwan dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 27 Juni 2020.

Iklan

Menjamurnya inovasi dapat dilihat jika turun ke SMK-SMK yang ada di NTB. SMK sedang berlomba-lomba membuat inovasi. ‘’Ini bentuk penciptaan iklim industrialisasi yang sudah berhasil kita dorong. Baik melalui STIPark dan SMK,’’ katanya.

Inovasi yang dihasilkan anak-anak SMK di NTB akan ada pembelajaran terus menerus. Produk permesinan yang dihasilkan akan terus dilakukan penyempurnaan. Pemprov NTB melalui STIPark kemudian memfasilitasi mereka untuk peningkatan kapasitas. ‘’Kalau kapasitas IPTEK meningkat, maka tinggal dilepas ke pasar. Dia akan bisa bersaing,’’ tambahnya.

Meskipun STIPark NTB baru bergerak sekitar pertengahan 2019 lalu. Namun ada 39 prototipe permesinan yang telah dihasilkan. Sebanyak 19 jenis mesin sudah dilakukan test report sebagai syarat untuk pengurusan Standar Nasional Indonesia (SNI).

19 mesin tersebut antara lain, mesin pengupas jagung, dikembangkan oleh UD. Restu Ibu dari Kabupaten Lombok Timur. Ada tungku gasifikasi yang dibuat oleh CV. Rotani yang berada di Kota Mataram. Kemudian mesin sangrai kopi dikembangkan UD. Mataram Teknik dari Lombok Barat.

Selanjutnya, mesin cacah lamtoro dikembangkan PT. Gerbang NTB Emas (GNE) dari Kota Mataram. Kemudian CV. Ondak Jaya Teknik, mengembangkan mesin spiner, mesin kupas kopi kering, mesin pemipil jagung. IKM yang berlokasi di Lotim ini juga, mengembangkan mesin pengurai serabut kelapa dengan kapasitas 300 Kg per jam, mesin emping jagung, mesin cuci telur, mesin mixer pakan ternak, mesin cacah sampah organik.

  Percepat Industrialisasi, NTB Harus Naikkan Kelas Produk Lokal dan Substitusi Impor

Mesin cacah krepek ,mesin sangrai kopi, mesin cacah sampah toss-m, mesin rajang sampah buah. Mesin mixer magot (larva lalat), mesin cetak pelet magot dan peralatan press cetak tahu.

Buat 2.133 Mesin

Pada tahun 2020 ini, STIPark ditugaskan membuat 2.133 mesin yang sedang dikerjakan oleh IKM permesinan yang menjadi mitra. Sebanyak 2.133 mesin tersebut dengan jumlah 120 prototipe.

Ihwan mengatakan, STIPark NTB merupakan satu-satunya UPTD dengan konsep industrialisasi di Dinas Perindustrian di Indonesia. Saat ini sudah berdiri gedung manufaktur yang dibangun tahun lalu dengan anggaran sebesar Rp15,5 miliar.

Tahun 2020, sebenarnya akan dibangun gedung inkubasi bisnis, ruang pertemuan bisnis dan networking. Tetapi dengan adanya Covid-19, pembangunan ditunda tahun depan karena anggaran dialihkan untuk penanganan Corona.

Begitu juga dengan rencana pengembangan eduwisata dan pembangunan taman inovasi dan teknologi juga ditunda tahun depan. ‘’Mungkin 2021 kita mulai bangun. Tapi kami punya banyak tema kalau dikunjungi untuk wisata teknologi. Seperti permesinan, ada mesin-mesin,’’ jelasnya.

Begitu juga dengan kegiatan penciptaan 50 wirausaha baru atau IKM permesinan dan pengolahan juga anggarannya kena pemangkasan. Namun, kata Ihwan, pihaknya melakukan kegiatan kemitraan dengan SMK.

‘’Kami dorong SMK supaya berkembang inovasinya, lahirlah mobil listrik di SMK 1 Selong. Kami banyak melakukan kegiatan kemitraan tanpa banyak mengeluarkan anggaran. Karena Covid-19 tak ada anggaran, maka kami turun gunung ke IKM dan SMK,’’ jelasnya.

Dalam kurun waktu lima tahun sejak 2019 – 2023, Gubernur menargetkan penciptaan 1.000 IKM Permesinan dan Pengolahan. Ia mengaku optimis target tersebut akan mampu tercapai sampai 2023 mendatang.

Cara yang dilakukan melalui kemitraan. Melalui program stimulus ekonomi yakni membuat 2.133 unit mesin, telah mendaftar 180 IKM/UKM menjadi mitra. Nantinya, STIPark akan turun memverifikasi ke lapangan.

  9,5 Ton Produk Lokal Gula Semut Diserap untuk JPS Mantap

Untuk pengadaan 2.133 unit mesin tersebut, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,36 miliar lebih. Pembuatan  mesin-mesin pesanan tersebut akan dikerjakan oleh IKM Permesinan di NTB.

STIPark menyebutkan delapan sentra IKM logam dan permesinan yang menjadi sasaran. Meliputi sentra Logam Getap dan Babakan  di Kota Mataram, Sentra Logam  Labuapi, Sentra Logam Lembar dan sekitarnya dan  Sentra Gunung Sari dan sekitarnya di Lombok Barat.

Kemudian Sentra Logam Praya dan sekitarnya di Lombok Tengah, Sentra Logam Lenek Aikmel dan sekitarnya, Sentra Logam Selong – Pancor dan sekitarnya dan Sentra Logam Kotaraja dan Sekitarnya yang berada di Lombok Timur. Terlibat di dalamnya 10 IKM Mitra yang menjadi IKM Induk dan 10 SMK Permesinan. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here