INOVASI Dorong KKG Belajar Mandiri secara Daring

Kegiatan pembentukan KKG berbasis online yang dilaksanakan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) bersama dengan Dinas Pendidikan Lombok Tengah. Kegiatan itu mendorong para guru untuk aktif belajar secara mandiri melalui wadah KKG berbasis online. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Memasuki era revolusi 4.0 diperlukan sumberdaya manusia (SDM) yang siap menghadapi tuntutan dan tantangan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan tenaga pendidik dalam menghasilkan sumberdaya yang siap menghadapi era revolusi 4.0. Dengan demikian, diperlukan peningkatan kemampuan digital tenaga pendidik agar secara mandiri dapat mempersiapkan materi ajar yang sesuai kebutuhan generasi Z (generasi internet).

Membaca situasi ini, Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) bersama dengan Dinas Pendidikan Lombok Tengah mendorong para guru untuk aktif belajar secara mandiri melalui wadah KKG berbasis daring (online). Pengawas Gugus 06 dan 07 Kecamatan Pujut, Jajuli menyampaikan bahwa pada dasarnya guru-guru sudah memiliki tingkat kemandirian yang baik.

Iklan

“Guru kita sudah memiliki kemandirian yang baik. Kita sudah punya modal dan kita sudah mau belajar. Dari survei diketahui bahwa cara belajar sudah dipatok. Bapak ibu tidak diberi kesempatan untuk berpendapat. Di tengah kekurangan pelatihan, 95 persen sudah mencoba meningkatkan kompetensinya. Itu melalui usaha- usaha sendiri, artinya sudah ada kemandirian belajar,” tuturnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan INOVASI bersama Dinas Pendidikan Lombok Tengah di Praya dan Praya Barat dengan 358 responden ditemukan bahwa 95 persen guru telah mencoba meningkatkan kompetensi melalui usaha pribadi. 65 persen di antaranya menyampaikan bahwa mereka telah mencoba meningkatkan kompetensi mereka sendiri melalui internet. Lebih lanjut, ditemukan bahwa YouTube, Google, Facebook dan grup Whatsapp bermanfaat membantu mereka dalam peningkatan kompetensi.

Meskipun tujuannya para guru belajar mandiri, pembelajaran secara kolektif tetap dilaksanakan melalui wadah KKG (Kelompok Kerja Guru). Melalui KKG berbasis online, para guru belajar melalui media-media berbasis internet seperti YouTube atau mesin pencari seperti Google. Kemudian, mereka akan melaporkan hasil pembelajaran dan penerapannya kepada rekan sesama guru dan pengawas melalui wadah grup media sosial Whatsapp sebagai bentuk refleksi dan diskusi.

Dalam rangka menyadarkan pentingnya KKG berbasis online, dilaksanakan sosialisasi kepada para guru untuk mereka dapat mengujicobakan metode ini. Maka, pada Rabu (12/2) bertempat di SDN 3 Ketara dan SDN 1 Kuta dilaksanakan sosialisasi KKG ini untuk Gugus 06 dan 07 Kecamatan Pujut. Acara sosialiasi di SDN 1 Kuta dibuka oleh Kepala UPTD Pelayanan PAUD dan Dikdas Kecamatan Pujut, Lalu Wiraja.

“Mudah-mudahan KKG ini bisa meningkatkan kinerja guru-guru kita sehingga melek IT. KKG ini luar biasa karena berkeinginan meningkatkan mutu generasi penerus. KKG ini bisa hadir karena jasa pengawas dan para guru,” ujar Wiraja.

Baiq Menim, Guru SDN 1 Ketara, Pujut, menyampaikan hasil refleksinya setelah menonton video pembelajaran media pembelajaran literasi. Dia menambahkan akan pentingnya peran guru dan dikaitkan dengan perjuangannya meraih mimpinya duduk di perguruan tinggi.

Pembentukan KKG Berbasis Online di Kecamatan Praya, Praya Barat dan Pujut merupakan tindak lanjut dari program penguatan KKG berbasis Problem Driven Iterative Adaptation (PDIA), suatu pendekatan berbasis solusi lokal untuk masalah lokal yang dibuka secara resmi oleh Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT, SH, pada Rabu (18/9/2019) lalu. Rangkaian kegiatan diskusi melibatkan pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari penggalian masalah hingga muncul solusi seperti pembentukan KKG berbasis online menjadi bentuk pengimpementasian program ini. (ron)