Inmendagri Terbaru Keluar , Kota Mataram Masuk PPKM Level 4

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pascapengumuman perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) hingga 25 Juli mendatang, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) langsung mengeluarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) No. 23 Tahun 2021. Dalam Inmendagri No.23 Tahun 2021 tersebut, Kota Mataram menjadi daerah yang diterapkan PPKM Level 4.

‘’Intinya hampir sama dengan sebelumnya. Cuma bedanya, kemarin istilahnya PPKM Darurat, sekarang PPKM Level 4,’’ kata Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.P.H., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu, 21 Juli 2021.

Iklan

Ia menjelaskan, PPKM Level 4 perlakuannya sama dengan saat penerapan PPKM Darurat di Kota Mataram pada 12 – 20 Juli 2021. ‘’Sebenarnya selama ini PPKM Darurat itu level 4. Pengaturannya sama kayak PPKM Darurat,’’ jelasnya.

Berdasarkan indikator penilaian terbaru untuk menentukan krisis Covid-19 di suatu daerah masuk level 4, level 3, level 2 dan level 1.

Suatu daerah atau kabupaten/kota masuk level 4 apabila jumlah kasus di atas 150 per 100 ribu penduduk. Kemudian jumlah kasus yang dirawat di rumah sakit di atas 30 per 100 ribu penduduk. Selain itu, kasus meninggal di atas 5 per 100 ribu penduduk.

Untuk daerah level 3, apabila jumlah kasus 50 – 150 per 100 ribu penduduk. Kemudian jumlah kasus yang dirawat di rumah sakit sebanyak 11 –  30 per 100 ribu penduduk. Selain itu, kasus meninggal 3 –  5 per 100 ribu penduduk.

Kemudian daerah level 2, apabila jumlah kasus 20 – 50 per 100 ribu penduduk. Kemudian jumlah kasus yang dirawat di rumah sakit 5-10 per 100 ribu penduduk. Selain itu, kasus meninggal 2 per 100 ribu penduduk.

Sedangkan untuk daerah level 1, apabila jumlah kasus 20 per 100 ribu penduduk. Kemudian jumlah kasus yang dirawat di rumah sakit 5  per 100 ribu penduduk. Selain itu, kasus meninggal 1 per 100 ribu penduduk.

“Hanya Mataram yang level 4. Kita belum menghitung minggu ini. Per minggu kita hitung. Tetapi sampai tanggal 25 Juli, Mataram yang level 4,” ungkapnya.

Eka mengatakan, minggu ini kembali akan mulai dilakukan penghitungan untuk mengetahui level krisis Covid-19 di kabupaten/kota seluruh NTB. Penghitungan akan dilihat mulai 21 – 31 Juli 2021.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini mengatakan, pemberian pelonggaran aktivitas masyarakat akan mengacu kepada tingkat penurunan kasus. ’’Ada indikator yang memperbolehkan relaksasi. Kalau terjadi penurunan kasus, silakan relaksasi tapi ada acuannya. Relaksasi diutamakan pada PKL,’’ tandasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional