Inilah Rute Bus untuk Pelajar di Kota Mataram

Mataram (suarantb.com) – Bus Rapid Transit (BRT) yang khusus diperuntukkan untuk pelajar di Kota Mataram direncanakan akan mulai beroperasi awal November mendatang. Tidak tanggung-tanggung 25 bus langsung turun melewati rute di empat koridor yang telah ditentukan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB.

Berikut adalah rincian rute yang dilalui masing-masing koridor, dimana rute saat berangkat dan pulang sekolah bisa melalui jalur yang berbeda.

Iklan

Koridor I Senggigi-Narmada, pada jam berangkat sekolah akan melewati rute Senggigi-Jalan Raya Senggigi-Jalan Saleh Sungkar-Jalan Yos Sudarso-Jalan Langko-Jalan Pejanggik-Jalan Selaparang-Jalan Sandubaya-Narmada. Dan pada jam pulang sekolah BRT koridor I akan melalui rute Narmada-Jalan Sandubaya-Jalan TGH Faisal-Jalan Brawijaya-Jalan AA Gede Ngurah-Jalan Panca Usaha-Jalan Catur Warga-Jalan Pendidikan-Jalan Majapahit-Jalan Yos Sudarso-Jalan Niaga-Jalan Energi-Jalan Saleh Sungkar-Senggigi.

Rute BRT koridor II pada jam berangkat akan melewati Terminal Mandalika-Jalan TGH Faisal-Jalan TGH Saleh Hambali-Jalan TGH Ali Batu-Jalan TGH M Rais-Jalan Dr Sujono-Jalan Arya Banjar Getas- Jalan Energi-Kebon Roek-Jalan Adi Sucipto/Rembiga-Lingkar Utara/Sayang-Sayang-Sweta-Terminal Mandalika. Perjalanan pulang akan melewati Terminal Mandalika-Sweta-Lingkar Utara-Jalan Adi Sucipto-Kebon Roek-Jalan Energi-Jalan Arya Banjar Getas-Jalan Dr Sujono-Jalan TGH M Rais-Jalan TGH Ali Batu-Jalan TGH Saleh Hambali-Jalan TGH Faisal- Terminal Mandalika (Looping).

Koridor III BRT saat berangkat akan melewati Gunung Sari-Rembiga-Jalan Udayana-Jalan Airlangga-Jalan Gajah Mad-Bundaran Lingkar Selatan-Parempuan. Sedangkan saat pulang sekolah akan melalui rute yang sama. Bedanya, bus berangkat dari Parempuan dan berakhir di Gunung Sari.

Untuk koridor IV rute yang dilalui saat jam berangkat sekolah yaitu Sayang-Sayang-Jalan Jenderal Sudirman (Rembiga)-Monjok-Jalan Bung Hatta-Jalan Bung Karno (Karang Jangkong)-Jalan Bung Karno (Pagutan)-Karang Genteng-Dasan Cermen-Labuapi-Rumak. Begitu pula saat jam pulang sekolah, rute yang dilalui sama. Hanya saja berangkat dari Rumak dan berakhir di Sayang-Sayang.

Dengan pengaturan rute ini, Kepala Dishubkominfo NTB, Lalu Bayu Windya berharap kemacetan jalan saat jam berangkat dan pulang sekolah bisa teratasi. Karena pelajar tidak perlu lagi membawa kendaraan ke sekolah.”Kalau dulu kita tidak bisa larang mereka bawa motor, karena tidak ada solusi kendaraan pengganti. Sekarang ada BRT, anak-anak bisa ke sekolah naik BRT,” ujarnya.

Dalam sosialisasi penggunaan BRT untuk pelajar nanti, pihak Dishubkominfo akan terjun langsung ke sekolah-sekolah yang dilewati rute BRT. “Kepala sekolahnya kita kasih tahu, pelajar SMP, SMA belum boleh bawa motor. Mereka belum cukup umur, manfaatkan kendaraan gratis yang disediakan pemerintah,” imbuhnya.

Selain gratis, banyak manfaat yang bisa diperoleh pelajar dengan adanya BRT. Menurut Bayu, pelajar terutama akan dilatih untuk disiplin waktu. “Karena kalau terlambat datang, ditinggal sama bus. Mau tidak mau mereka harus on-time,” katanya. (ros)