Ini Sosok Wahyu, Pemenang “Red Bull Doodle Art” Asal NTB

Mataram (suarantb.com) – Wahyu Ramdia Wiratama masih tidak percaya dapat memenangkan gambar bebas Red Bull Doodle Art tingkat nasional. Bahkan pemuda asal Pejaring  Sakra Barat  Lombok Timur itu akan  menjadi wakil Indonesia diajang Red Bull Doodle Art dunia yang akan digelar di Afrika Selatan.

Wahyu memang bukan pertama kali mengikuti lomba gambar. Putra sulung pasangan Ahmad Junaidi, S. Pd., M. Pd dan Srihariatun Rohyuliani ini sering memenangkan lomba gambar. Ia pernah menjadi juara 1 lomba gambar di Lombok Timur. Ia juga  pernah menjadi juara 3 pada lomba gambar tingkat provinsi NTB tahun 2010.

Iklan

Namun, menjadi pemenang di ajang lukis tingkat nasional tidak pernah ada dibayangkan. Apalagi mewakili Indonesia di ajang tingkat dunia. Bagi Wahyu, mewakili Indonesia adalah mimpi yang menjadi kenyataan.

“Aku kayak ndak percaya aja,” ungkap Wahyu saat dikonfirmasi suarantb.com Senin, 15 Mei 2017.
Wahyu mengatakan,  dirinya sebelumnya tidak mengetahui ada Red Bull Doodle Art. Namun, suatu hari ia mengaku mendapat informasi dari teman instagramnya. Ia pun tertarik ikut serta pada ajang itu. Tak disangka ia malah menjadi yang terbaik.
“Kayak ndak percaya aja, masak aku yang mewakili (Indonesia),” ujarnya.

Wahyu mengaku menyukai seni lukis sejak usia 4 tahun. Bagi mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa itu, orang tua memiliki peran yang sangat besar. Awalnya ia sering melihat ayahnya melukis. Selain menjadi seorang guru, ayahnya juga seorang pelukis. Ia sering ikut melukis saat ayahnya melukis. Wahyu pun mengaku sering diajar melukis oleh ayahnya sejak masih kecil. Mulai dari pengenalan warna, mewarnai hingga melukis.

Sebagai seorang pelukis muda, Wahyu bermimpi ingin menjelajahi dunia dengan melukis. Dengan lukisan, ia ingin mengatakan bahwa Indonesia tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Kasi tahu kalau Indonesia itu kayak gini, ndak terbelakang lah sama orang Eropa,” jelasnya.
Dalam melukis Wahyu mengidolakan pelukis lain yang lebih senior. Wahyu mengaku mengidolakan pelukis asal Jepang, James Jean. Selain itu, ia juga mengidolakan pelukis Indonesia, Oki Reymonta.

Menurut Wahyu, kemampuan gambarnya berkembang melalui pergaulan dengan teman kampus. Untuk mengasah kemampuannya, ia juga sering latihan. Bahkan ia mengaku selalu menggambar setiap pulang kuliah. Selain itu, ia sering mengikuti pameran-pameran lukis.
“Lama-lama gambarnya makin berubah, sambil latihan terus tiap pagi, tiap siang, tiap malam,” tuturnya.

Dalam kemenangannya kali ini, alumni MA NW Mengkuru ini mempersembahkan kemenangannya untuk orang tuanya, teman-teman dan orang NTB. Terutama teman-teman mainnya dan anggota Lingkar Cakrawala Mahasiswa Pejaring (ARCAMAJA) yang selalu mendukung melalui voting.

Wahyu mengaku selama ini orang Lombok sering diremehkan. Orang luar sering mengidentikkan orang Lombok dengan pekerjaan keras dan menjadi TKI di Malaysia.

“Orang Lombok juga bisa. Masa orang Lombok kayak gitu semua. Banyak orang lombok yang keren,” ungkapnya.
Saat ini Wahyu tengah merampungkan visa  dan passport-nya. Sebagai persyaratan, ia juga harus tes medis. Tes medis itu dilakukan untuk memastikan bahwa Wahyu tidak mengidap hepatitis. Jika bebas dari hepatitis, Wahyu akan mewakili Indonesia pada ajang Red Bull Doodle Art Internasional di Afrika Selatan. Terkait waktu keberangkatan, ia masih menunggu kepastian dari Red Bull. (bur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here