Ini Solusi Agar Retail Modern Tak Berkontribusi Perbesar Ketimpangan

Mataram (suarantb.com) – Pengamat Ekonomi Universitas Mataram, Prof. Dr. H. Mansur Afifi menjelaskan beberapa solusi yang dapat dilakukan agar ketimpangan tidak melebar akibat keberadaan retail modern. Menurut Mansur, perlu dilakukan pembatasan terkait jumlah ritel modern serta aktivitas bisnisnya.

“Dibatasi jumlahnya dan aktivitas bisnisnya. Artinya ndak semua produk harus dikuasai,” ujarnya, Rabu, 8 Maret 2017. Dengan pembatasan ini, diharapkan segmen pasar toko kelontong  tidak menurun secara drastis.

Iklan

Selanjutnya, menjalin kerjasama dengan produk lokal dirasa penting untuk meningkatkan produksi lokal. Hal tersebut bisa dilakukan ritel modern melalui kerjasama dengan para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ke depannya, ritel modern untuk bersedia menjualkan produk-produk hasil UMKM tersebut. “Mereka harus bekerjasama dengan produk masyarakat atau produk lokal,” sarannya.

Selain itu, kepemilikan ritel modern tersebut diharapkan tidak dimilki oleh satu pihak saja. Menurut Mansur, karena bergerak di bidang waralaba (franchise), sudah seharusnya koperasi dapat terlibat untuk berinvestasi.

“Jadi investornya ndak hanya orang kaya saja, tapi juga koperasi. Jadi nanti masyarakat bisa nabung di koperasi dan koperasi bisa menjadi investor untuk bergabung di ritel modern ini,” ungkapnya.

Mengenai kemitraan dan kepemilikan tersebut menurut Mansur, telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan nomor 70/M-DAG/PER/12/2013 tentang Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here