Ini Rangkaian Acara Komodo Exercise 2018 di Lombok

Mataram (Suara NTB) – MNEK 2018 dipusatkan di Lombok, NTB dan Nusa Penida, Bali pada 4-9 Mei. MNEK merupakan kegiatan dwi tahunan latihan bersama angkatan laut berbagai negara.

Sebanyak 36 negara mengikuti MNEK dengan pengerahan 15 kapal serta 36 kapal perang TNI AL, 11 pesawat angkut dan tempur, serta lebih kurang diikuti 5.500 prajurit.

Iklan

Beberapa diantaranya yakni Amerika Serikat, Kanada, Rusia, Jepang, Inggris, Tiongkok, Malaysia, Singapura, Filipina, Arab Saudi, Polandia, serta negara eropa dan asia lainnya.

MNEK merupakan latihan non-perang yang membangun kerjasama maritim di kawasan regional, untuk mendapatkan dasar bangunan yang kuat. Yakni kepercayaan antarnegara dan antarangkatan laut. Hasilnya, terjalin kesepahaman dan koordinasi yang baik dalam bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

MNEK merepresentasikan persahabatan seluruh peserta untuk bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana di laut. MNEK juga wujud peran diplomasi TNI AL di dunia internasional dalam membangunan angkatan laut kelas dunia.

Rangkaian kegiatannya meliputi Enginering Civic Action Program (ENCAP) berupa pengerasan jalan di KLU, NTB serta bedah 41 rumah di Nusa Penida, Klungkung, Bali, pendirian monumen maritim di Lembar, Lombok Barat dan Ampenan, Mataram.

Latihan fase laut merupakan ‘sajian utama’, yakni parade formasi militer angkatan laut dengan kapal-kapal perangnya di Selat Lombok dan Laut Bali.

Selanjutnya, Medical Civic Action Program (MEDCAP) atau program pelayanan kesehatan masyarakat dan operasi minor di Pelabuhan Carik, Bayan, KLU dan Nusa Penida, Bali.

Kemudian pameran maritim di kota Mataram, Fun Run, lomba memasak ayam taliwang, kirab kota, pelayaran kebangsaan di KRI Makassar-590 yang diikuti 400 siswa SMA di NTB, dan kemah pesisir pramuka NTB dengan pramuka Amerika Serikat.

Ada juga penenggelaman prasasti maritim di kawasan laut Gili Trawangan. Prasasti itu serupa bangunan kerangka kapal yang digabungkan dengan transplantasi terumbu karang dan pelepasan tukik atau anak penyu.

Agenda latihan dibagi dua fase, yakni fase pelabuhan dengan rangkaian pelatihan Human Assistance/Disaster Relief (HADR) mengenai aksi kemanusiaan, pencari suaka, kejahatan transnasional terorganisasi, dan pembajakan bersenjata. Latihan fase laut meliputi operasi interdiksi maritim serta HADR yang dilakukan di laut. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here