Ini Prediksi TNI Soal Sengitnya Pilkada 2018

Mataram (Suara NTB) – TNI memprediksi kerawanan pemilihan kepala daerah (Pilkada) ada di Pulau Lombok. Potensi ancaman teridentifikasi seperti provokasi melalui media sosial. TNI tetap dalam posisi back up Polri dalam proses pengamanan.

Menurut Danrem 162/WB, Kolonel CZI. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, SH.,M.Han, potensi kerawanan itu diukur dari jumlah pemilih yang dominan ada di Pulau Lombok. Sehingga pertarungan perebutan suara di pulau Lombok akan lebih sengit.

Iklan

‘’Mayoritas (jumlah lebih banyak)  penduduk ini kan ada di Lombok. Sehingga prediksi kami, kerawanan akan timbul di Lombok,’’ jelas Danrem.

Catatan lainnya, ada dua daerah yang akan melaksanakan Pilkada selain pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tanggal 27 Juni mendatang, yakni Lombok Barat dan Lombok Timur.

Kerawanan yang menurutnya berpotensi timbul, seperti provokasi melalui media sosial. Informasi yang cepat menyebar melalui kanal kanal media sosial, jika tidak disaring dan dicerna masyarakat, bisa memicu konflik.

‘’Hal- hal ini harus diwaspadai, masyarakat harus jeli, harus cerdas. Jangan mudah terprovokasi  untuk berita berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,’’ tegasnya.

Danrem dalam tugasnya membantu Polri dalam pengamanan Pilkada, secara bertahap sudah menyambangi para kandidat. Khususnya calon gubernur dan calon wakil gubernur. Ia melakukan pendekatan persuasif, agar para kandidat tidak saja siap menang, tapi juga siap kalah. Memberikan pengertian kepada tim sukses atau tim kampanye agar tidak berlebihan dalam ekspresi kemenangan dan bagi kandidat yang kalah menenangkan massanya.

Danrem juga sudah memerintahkan seluruh jajarannya di Kodim untuk tetap siaga. Berkoordinasi dengan Polri untuk tugas preventif.

Seperti yang dilakukan Kodim Lombok Barat,  berkoordinasi dengan KPU setempat terkait mencuatnya masalah ketidaksesuaian Daftar Pemilih Tetap (DPT) berdasarkan protes masyarakat yang tidak diakomodir sebagai pemilih. Dicontohkan, ada kepala keluarga yang berdomisili di Lombok Barat, istrinya yang bekerja di Mataram tidak terakomodir dalam DPT.

Teridentifikasi Lombok Timur adalah daerah paling rawan dalam pemetaan Kodim 162/WB. Faktornya, selain jumlah penduduk terbanyak, mencapai 1 juta lebih dengan pemilih 800 lebih, juga sedang dihelat pemilihan bupati dan wakil bupati. Dandim setempat sudah menyiapkan skenario pengamanan, diawali dengan identifikasi posko pemenangan serta pendekatan persuasif kepada tim sukses.

Dengan kerawanan yang ada di Lombok, tidak berarti wilayah Pulau Sumbawa diabaikan. Seperti di Bima, selain jadi bagian penyelenggaraan Pilgub, akan berlangsung pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kota Bima.

Kepada masyarakat dan kandidat juga intens diberikan pendekatan, agar dalam memilih sesuai nurani.  Jangan  sampai terkotak kotak, apalagi sampai timbul gejolak. (ars)