Ini Penyebab Pasar Brang Bara Belum Dapat Dimanfaatkan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pasar modern Brang Bara hingga kini belum dimanfaatkan meskipun pembangunannya sudah selesai pada Januari lalu. Saat ini, belum ada aktivitas pedagang maupun pembeli di pasar yang dibangun menggunakan dana Tugas Perbantuan (TP) Kementrian Perdagangan tahun 2017 tersebut.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, Wirawan Ahmad, S.Si., MT yang dikonfirmasi Rabu, 20 Juni 2018 malam menyampaikan, pasar Barang Bara akan segera beroperasi dalam tahun 2018 ini.

Iklan

Belum beroperasinya pasar tersebut karena belum adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), listrik, lantai parkir yang refresentatif, dan pagar keliling. Mengingat dana TP dari Kementerian Perdagangan yang dialokasikan belum bisa menuntaskan fasilitas tersebut. Meskipun demikian, pihaknya akan menuntaskannya melalui revisi anggaran tahun ini.

“Sekarang ini kita sudah pastikan anggarannya ada. Insya Allah sebelum berakhir tahun 2018 ini Pasar Brang Bara sudah beroperasi seperti sedia kala,” ujarnya.

Menurut Wirawan, jika pasar tersebut beroperasi tanpa dilengkapi sejumlah fasilitas dimaksud akan menimbulkan gangguan bagi masyarakat, baik pedagang maupun pembeli. Makanya setelah nantinya fasilitas lengkap barulah pasar setempat beroperasi.

“Jadi kita betul-betul ingin agar pasar ini beroperasi tanpa adanya gangguan-gangguan. Setelah lengkap baru beroperasi,” sebutnya.

Terkait pedagang yang akan menempati pasar, diakui wirawan sudah didata semua pedagang lam. Dimana tidak boleh ada pedagang lama yang tidak berjualan. Nantinya pihaknya juga akan melihat berapa ketersediaan tempat dan jumlah peminatnya. Jika jumlah yang tersedia lebih banyak dari peminat (di luar pedagang lama) maka hal itu akan diakomodir. Tetapi jika jumlah peminat lebih banyak dibandingkan ketersediaan tempat dagang maka akan digunakan sistem undian. Tentunya tetap dilakukan verifikasi- verifikasi untuk memastikan peminat tersebut pedagang atau tidak.

“Insya Allah tidak akan berebut. Pedagang yang lama juga sudah kita data. Kalau merekea dulunya berdagang di kios kita akan kasikan kios, kalau di los akan dikasih los,” tandasnya.

Ia menegaskan, dalam menempati los atau kios di pasar Brang Bara nantinya tidak ada pungutan biaya. Jika ada oknum yang mengatasnamakan Bapenda atau dirinya selaku pimpinan meminta uang kepada pedagang, diharapkan segera melaporkan ke pihaknya. Karena kewajiban pedagang hanya membayar retribusi sesuai dengan yang tertera di Perda. Pihaknya juga menghimbau kepada para pedagang nantinya supaya rtidak menjual atau memindahtangankan los maupun kios yang diberikan. Pihaknya akan memberikan tindakan tegas jika hal tersebut dilakukan. Karena dalam klausul kontrak, larangan tersebut jelas tertera. (ind)