Ini Penyebab Banjir Bandang di Lotim

Mataram (suarantb.com) – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Mohammad Rum menyampaikan penyebab dari banjir bandan yang menerjang empat kecamatan di Lombok Timur bukan akibat jebolnya Bendungan Pandandure. Kondisi bendungan tersebut bahkan diyakininya dalam kondisi aman.

“Tidak ada Bendungan Pandandure yang jebol, jadi dipastikan aman. Pandandure tidak meluap, bisa jadi malah lebih besar banjirnya, tentunya daerah kiri kanan akan kena juga dong. Tidak benar itu jebol atau meluap,” ungkapnya pada awak media, Senin, 20 November 2017.

Iklan

Menurut Rum,  penyebab banjir itu hujan yang turun dalam intensitas tinggi, sementara saluran dan sungai tidak siap menampung debit air. Terjadinya sedimentasi, banyaknya bangunan yang dibangun mepet dengan bantaran sungai juga mengurangi kapasitas sungai.

Selain itu, beberapa jembatan desa yang menghubungkan antar dusun menggunakan pilar tengah. “Pilar tengah inilah yang menjadi penghambat aliran air. Karena banjir pasti membawa material sampah, karena ada jembatan ini tentunya tertahan di sana, numpuk-numpuk. Sehingga saat hujan tinggi meluaplah sungai, kalau saja lancar air itu sebenarnya mungkin tidak akan terjadi banjir,” tambahnya.

Rum juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, sebab puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember dan Januari. Sehingga, aksi tanggap darurat saja dinilainya tidak cukup. Perlu dilakukan mitigasi bencana dengan memperkuat tanggul-tanggul dan normalisasi sungai.

“Lakukan peremajaan terhadap konstruksi jembatan yang sudah tua, yang pakai pilar diganti. Pantauan di lapangan juga ada tanggul di dekat jembatan di Dusun Orong Bukal, ini perlu segera diperbaiki. Kalau belum ada dana bisa dulu pakai karung atau brojong. Jangan dianggap tanggap darurat itu konstruksinya sederhana, itu hanya masalah biaya saja. Kalau biaya kita bisa batu beton, batu beton,” lanjutnya. (ros)