Ini Pendapat Warga Aik Berik Soal Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Praya (Suara NTB) – Wacana pembangunan kereta gantung di jalur pendakian Gunung Rinjani mendapat reaksi beragam dari warga Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Warga Aik Berik tetap setuju terhadap rencana pembangunan tersebut. Tapi jika kemudian pembangunan kereta gantung hanya akan menguntungkan pemilik modal saja, warga sepakat untuk menolak.

Iklan

“Tidak masalah dibangun. Tapi pembinaan dan pemberadayan terhadap masyarakat yang akan terkena dampak pembangunan kereta gantung tersebut harus jelas. Kalau kemudian hanya akan menguntungkan pemodal serta merugikan masyarakat, kita menolak rencana tersebut,” ungkap salah satu pelaku usaha di kawasan wisata Benang Stokel Desa Aik Berik, kepada Suara NTB, Sabtu, 15 Juli 2017.

Hanya saja, warga mengaku kalau rencana pembangunan kereta gantung sampai sejauh ini baru sebatas wacana dan belum ada tindakan nyata untuk bisa mewujudkan rencana ini hingga sekarang. “Rencana ini sudah cukup lama mencuat. Tapi sampai sekarang, belum ada kepastian,” tegasnya.

Warga pada awalnya memperoleh informasi kalau kereta gantung tersebut akan dibangun di jalur pendakian Gunung Rinjani melalui Loteng dengan lokasi pembangunan utama akan di sekitar kawasan wisata Benang Stokel. Mengingat, kawasan wisata Benang Stokel merupakan pintu masuk utama jalur pendakian yang melalui Loteng.

Warga pun berharap, jika rencana ini benar-benar akan dilaksanakan, pemberdayaan masyarakat lokal harus jelas. Terutama para pelaku wisata yang ada dikawasan wisata Benang Stokel. Mengingat sudah cukup banyak warga setempat yang berprofesi sebagai pemandu bagi wisatawan yang ingin mendaki Gunung Rinjani melalui jalur Loteng tersebut.

“Nanti kalau kereta gantung ingin benar terwujud, tolong kami warga lokal juga diberdayakan. Jangan karena keberadaan kereta gantung tersebut, sumber penghasilan warga sekarang ini justru hilang. Karena menjadi pemandu jalur pendakian saat ini juga banyak dilakoni warga lokal,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng, M. Samsul Qomar, mengatakan pemerintah daerah hendaknya memikirkan dengan matang terlebih dahulu rencana pembangunan kereta gantung. Pemerintah daerah harus mempertimbangkan segala untung rugi dari rencana ini. Jika memang lebih besar dampak negatifnya, sebaiknya jangan dipaksakan.

“Masih banyak potensi lain yang bisa dikembangkan. Jangan hanya kemudian, karena mementingkan kepentingan pemodal, kepentingan masyarakat luas justru diabaikan. Dan, saya rasa pemerintah daerah paham akan hal itu,” tegas anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Loteng ini. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here