Ini Para Jawara Mataram Muda PUBG Mobile League 2020

Calon Wakil Walikota sekaligus Pembina Mataram Muda Badruttamam Ahda, berpose dengan para juara Mataram Muda PUBG Mobile League 2020 di Up Normal Coffee Lombok, Sabtu, 21 November 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Mataram Muda PUBG Mobile League 2020 telah selesai digelar di Up Normal Coffee Lombok, pada Sabtu, 21 November 2020. Acara tersebut merupakan sesi terakhir dari dua sesi sebelumnya yang telah digelar semenjak bulan Agustus. Pada laga final tersebut, telah keluar tiga juara dan satu pemain yang dinobatkan sebagai terminator atawa pemain terhebat.

Tim Asgard Tenggara sebagai juara satu, Tim Ngawak Esport sebagai juara dua, Tim Silent sebagai juara tiga, dan satu player terbaik berasal dari tim Asgard Tenggara. Sebelum acara pembagian hadiah, Getaq Aprianidha selaku ketua dari Mataram Muda memberikan sambutannya yang mengajak para atlet e-sport untuk terus berkolaborasi dalam gerakan-gerakan selanjutnya.

“Terima kasih teman-teman yang sudah berpartisipasi dalam MMPL 2020, maaf bila selama kegiatan berlangsung kami melakukan kekhilafan. Yang pasti, apa yang kita lakukan hari ini adalah awal mula menuju gerakan-gerakan kolektif selanjutnya,” kata Rian dalam sambutannya.

Rian juga menambahkan, bahwa anak muda termasuk para atlet e-sport harus siap menyatakan siap untuk berkolaborasi membangun Kota Mataram: “Kita harus berani menyatakan siap berkolaborasi dan menolak pasif. Kalau anak muda sudah bergerak, Mataram pasti bangga,” pungkasnya.

Senada dengan Rian, Calon Wakil Walikota sekaligus Pembina Mataram Muda Badruttamam Ahda, LC mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi semangat para atlek e-sport yang berlaga di MMPL. Ahda mengaku, membludaknya jumlah peserta yang berpartisipasi membuktikan para atlet e-sport memiliki semangat yang tinggi.

“Membludaknya jumlah peserta yang di luar ekspektasi kami membuktikan bahwa gerakan kepemudaan itu nyata. Juga sekaligus membuktikan para atlet e-sport memiliki semangat yang tinggi,” kata Ahda.

Ustadz Ahda juga menyampaikan komitmennya untuk selalu mendukung dan membina gerakan-gerakan kreatif dari kepemudaan. Menurut Ahda, potensi-potensi dari para atlet harus mendapatkan perlakuan khusus. Sebab ke depannya, lanjut Ahda, adalah tugas bersama untuk membawa nama baik Kota Mataram di kancah yang lebih luas.

“Potensi-potensi dari para atlet apapun itu, termasuk atlet e-sport, akan selalu mendapatkan perlakuan khusus. Dari mulai fasilitas pengembangan skill, event rutin, hingga dukungan konsisten setiap kali para atlet mengikuti perlombaan ke luar daerah, kita akan berikan akomodasi yang layak,” pungkas alumnus Al-Azhar Kairo, Mesir tersebut. (tim)