Ini Langkah Kemendag Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Puasa di NTB

Mataram (suarantb.com) – Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok menjelang puasa dan lebaran tahun 2017, sejumlah langkah dilakukan pemerintah pusat dan daerah.

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Lasminingsih meminta pemerintah daerah dapat terus melaporkan pergerakan harga bahan pokok di NTB khususnya satu minggu sebelum puasa dan saat lebaran.

Iklan

“Pemerintah daerah diharapkan memantau dan melaporkan perkembangan harga harian secara intensif mulai H-7 puasa sampai dengan H+1 lebaran. Bila terjadi kenaikan harga yang di luar kewajaran, pemda harus siap mengambil langkah-langkah koordinatif untuk menstabilkannya,” tegas Lasminingsih dalam acara rapat koordinasi identifikasi bahan kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) di Mataram, Kamis, 27 April 2017.

Dalam rakor yang dihadiri Sekretaris Daerah NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc, Ph.D dan Kepala Dinas Perdagangan NTB, Ir. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si tersebut, Lasminingsih menjelaskan dalam upaya menjaga stabilitas harga tiga bahan pokok yaitu daging, gula, dan minyak goreng, Kemendag telah memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dengan distributor gula, minyak goreng, dan daging beku, untuk menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk HET komoditas gula disebutkan sebesar Rp 12.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000/liter, dan daging beku dengan harga maksimal Rp 80.000/kg. “Penetapan ini berlaku mulai 10 April 2017 sampai dengan September 2017,” terangnya.

Selain memantau ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasar tradisional dan gudang distributor, sehari sebelumnya pihaknya juga memantau harga barang kebutuhan pokok beserta ketersediaannya di ritel modern yang ada di kota Mataram.
Lasminingsih menjelaskan ritel modern berperan penting dalam membantu pengendalian harga barang kebutuhan pokok di masyarakat. “Ritel modern menjadi price leader/acuan bagi para pedagang nasional untuk menetapkan harga,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pemantauan harga dan pasokan bahan pokok juga dilakukan di Bulog Divre NTB. Dari hasil pantauan tersebut diperoleh informasi ketersediaan beras di NTB cukup hingga 8 bulan ke depan dengan jumlah stok sebanyak 2.200 ton. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here