Ini Komentar BP3TKI Soal Dugaan Intimidasi Rabitah

Mataram (suarantb.com) – Terkait pengakuan TKW asal KLU, Sri Rabitah yang mengalami tindakan intimidasi, Kepala BP3TKI Mataram, Mucharom Ashadi yang dikonfirmasi suarantb.com melalui telepon, Senin, 6 Maret 2017 mengaku tidak bisa memberikan komentar.

“Soal intimidasinya kita tidak tahu, kita tidak bisa berkomentar juga,” katanya singkat.

Iklan

Diakui Mucharom selama beberapa hari ini ia juga kesulitan menghubungi Rabitah. “Sampai hari ini pun terus terang kami belum bisa menemui Rabitah. Kami sudah mencoba menghubungi tapi tidak bisa dihubungi,” jelasnya. Sehingga ia tidak mengetahui bagaimana kondisi terkini Rabitah.

Sebelumnya, pihak kuasa hukum Rabitah, Muhammad Saleh dalam konferensi pers, Kamis, 2 Maret 2017 lalu menyampaikan pengakuan Rabitah terkait intimidasi yang diduga diterimanya. Inilah menjadi alasan utama Rabitah pindah RS.

“Kenapa kita pindah RS? Bukannya tidak percaya, tapi demi kenyamanan korban. Karena ada kejadian ada beberapa orang yang mencoba melakukan intimidasi,” ungkap Saleh.

Kehendak Rabitah untuk pulang atau memilih pindah RS dijelaskan Mucharom telah diketahuinya. Namun ia tidak mengetahui jika alasannya berupa intimidasi yang diduga menimpa Rabitah. Sebab, menurutnya keputusan tersebut merupakan hak pasien atau hak keluarga pasien.

Hanya saja, ia menekankan Pemprov NTB melalui RSUD NTB telah menyanggupi untuk fasilitasi perawatan Rabitah sampai sembuh. “Prinsipnya, pemerintah provinsi dalam hal ini RSUD NTB terus membantu mengawal Sri Rabitah mendapatkan keadilannya. Dalam bentuk mendapatkan biaya perawatan sampai dia sembuh,” tegasnya.

Tanpa sepengetahuan BP3TKI, tepatnya Kamis kemarin, Rabitah telah menjalani operasi pengangkatan selang yang tertanam dalam ginjalnya. Operasi ini dilakukan di RS Biomedika Mataram, bukan di RSUD NTB yang telah diinstruksikan Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi untuk melayani Rabitah.

Rabu, 1 Maret 2017 pihak RSUD NTB dalam konferensi pers di Kantor Gubernur NTB mengakui Rabitah meminta izin pulang untuk menyusui anaknya.

“Pasien izin pulang dengan alasan menyusui anaknya,” ucap Wadir Bidang Pelayanan RSUD NTB, dr Agus Rusdhy H H pada awak media. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here