Ini Keterangan Polisi Soal Kematian Pensiunan ASN di Gerung

Giri Menang (Suara NTB) – Kematian pensiunan aparatur sipil negara (ASN), I Made Meranggi (65) yang ditemukan dalam keadaan tubuh membusuk di Perumda Dasan Geres Desa Dasan Tapen Gerung, Lombok Barat cukup menggegerkan warga. Meski ada kemungkinan korban meninggal dengan cara tak wajar, namun pihak kepolisian menegaskan belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban.

Kapolsek Gerung Zacky Maghfur yang dikonfirmasi terkait penemuan mayat itu mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan atas kejadian itu. Pihaknya pun belum berani menyimpulkan apakah korban tewas karena dibunuh atau tidak.

Iklan

“Kita belum berani simpulkan, kami akan menunggu hasil pemeriksaan dari tim dokter untuk mendapat kesimpulan,” ungkapnya, Rabu, 8 Maret 2017.

Mengenai adanya bekas luka di tubuh korban, Zacky juga belum berani memastikan. Menurut dia, saat ini kondisi tubuh korban sedang lunak, sehingga rentan muncul luka baru jika salah penanganan. “Yang jelas keluar darah pada bagian mulutnya. Dan memang umumnya seperti itu (Yang meninggal lama akan mengeluarkan darah pada bagian mulut),” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Perumda Utara Lalu Mas’ud yang ditemui di lokasi mengakui bahwa korban memang memiliki rumah di Perumda Utara itu. Hanya saja, sampai saat ini belum terdata sebagai warganya karena memang korban tidak menetap di rumah tersebut. Korban merupakan warga Dusun Karang Anyar Desa Jembatan Kembar Lembar.

“Disini yang bersangkutan tidak menetap, hanya sesekali datang dan pergi lagi,” singkatnya.

Saat ini jenazah korban tengah dioutopsi di Rumah Sakit Bhayangkara. Rencananya, dari Rumah Sakit Bhayangkara, jenazah korban akan langsung dibawa ke kampung halamannya untuk proses penguburan jenazah.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, mayat I Made Meranggi ditemukan sekitar pukul 12.00 wita pada Rabu, 8 Maret 2017 di dapur milik korban. Adapun saksi-saksi yang menemukan pertama kali adalah istri dari korban atas nama Ni Ketut Ranis (54) dan salah seorang tukang bangunan yang bekerja di sebelah rumah korban atas nama Tohri (35).

Awalnya, istri korban curiga karena korban tidak pernah menghubungi selama lebih dari satu minggu. Sebaliknya, ketika dihubungi, korban juga tidak pernah mengangkat telepon. Merasa ada yang aneh, istri korban pun berinisiatif datang ke rumahnya yang berada di komplek Perumda Utara Desa Dasan Tapen Gerung. Sampai di kediamannya, istri korban melihat pintu samping rumah terbuka, sementara gerbang rumah terkunci.

Karena tak bisa masuk ke dalam rumah, istri korban pun meminta tolong ke tukang bangunan yang bekerja di samping rumah untuk melihatkan kondisi di dalam rumah. Tanpa pikir panjang, tukang atas nama Tohri turun melalui bangunan di samping dengan melewati atap garasi. Betapa terkejutnya tukang bangunan itu ketika melihat I Made Meranggi sudah terbujur kaku dengan bau yang membusuk.

Karena tak bisa masuk ke dalam rumah, istri korban pun meminta tukang tersebut untuk merusak gembok pintu gerbang. Setelah bisa masuk, istri korban langsung histeris begitu melihat suaminya sudah dalam keadaan membusuk. Karena panik, istri korban pun menghubungi anak-anaknya untuk datang ke rumahnya dan juga menghubungi pihak kepolisian. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here