Ini Kerawanan Keamanan Bima Menurut Kapolda

Mataram (Suara NTB) – Kabupaten Bima dan Kota Bima berganti pimpinan keamanan kewilayahan. Kerawanannya masih sama, yakni konflik antarkampung serta kelompok garis keras.

Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. Firli M,Si menegaskan hal itu saat pelantikan Kapolres Bima Kota dan Kapolres Bima, di Bima Jumat, 22 Setember 2017.

Iklan

Telah dilantik Kapolres Bima, AKBP Bagus Satrio Wibowo dan Kapolres Bima Kota, AKBP Ida Bagus Made Winarta.

Pejabat sebelumnya, AKBP Ahmad Nurman ismail yang berdinas sebagai Kapolres Bima Kota selama dua tahun tiga bulan dimutasi menjadi Wakil Komandan Resimen II Paspelopor Koorbrimob Polri.

Kemudian mantan Kapolres Bima, AKBP M Eka Fathurrahman digeser sebagai Kapolres Lombok Timur, menggantikan AKBP wingky Adhityo Kusumo yang promosi menjadi Wadirlantas Polda NTB.

Firli mengungkapkan, di wilayah Kota Bima banyak terjadi kasus penganiayaan, curas, curat, dan curanmor.

“Serta beberapa waktu lalu adanya penembakan oleh orang tak dikenal yang merupakan kelompok tertentu yang ingin mengganggu keutuhan NKRI,” ujarnya.

Atas hal itu, ia meminta pejabat baru mendeteksi secara dini aliran dan organisasi tersebut. “Melalui tindakan kepolisian yang sesuai dan terukur. Itu tantangan yang harus bisa cepat dijawab,” kata Kapolda.

Selain itu, tahun 2018 mendatang Kota Bima menggelar Pilkada sehingga perlu perhatian dan strategi agar pelaksanaannya berjalan lancar.

Sementara di wilayah Kabupaten Bima, kata Firli, merupakan daerah rawan konflik warga. selain itu juga terdapat aliran dan organisasi garis keras yang ingin mengubah ideologi negara.

Kepada dua Kapolres tersebut, Kapolda memerintahkan untuk membuat strategi penngamanan yang maksimal. “Tegas menegakkan hukum dan humanis dalam bertindak,” tegasnnya. (why)

Advertisement