Ini Kapal Perang Tercanggih di MNEK 2018 Lombok

Mataram (Suara NTB) – Gelaran Multilateral Naval Excersise Komodo 2018 4-9 Mei 2019 di Lombok juga ajang unjuk gigi TNI AL. Sebanyak 36 kapal perang TNI AL dikerahkan ke perairan Selat Lombok, Lembar, Lombok Barat . Satu diantaranya yang paling canggih, yakni KRI Raden Eddy Martadinata-331.

Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Laksamana Pertama TNI Rachmad Jayadi kepada suarantb.com kemarin mengatakan, kapal yang dikerahkan untuk meramaikan MNEK 2018 di Lombok tidak hanya kapal misi bantuan kemanusiaan saja. Tetapi juga kapal tempur untuk kombatan.

Iklan

Keunggulan utama kapal kelas fregat berteknologi SIGMA ini yang bisa menjalankan berbagai misi. Antara lain, peperangan anti kapal atas air, peperangan anti kapal selam, peperangan anti serangan udara, serta peperangan elektronika.

Alutsista TNI AL ini masuk dalam kelas Guided Missile Frigates alias Perusak Kawal Rudal (PKR). KRI RE Martadinata bikinan kolaborasi PT PAL Indonesia dan Damen Schelde Naval Shipbuilding Belanda resmi berdinasi sejak 2017 lalu.

KRI RE Martadinata diproyeksi menggantikan KRI jenis fregat pendahulunya dari kelas Ahmad Yani. Mengutip wikipedia, kapal fregat andalan TNI AL ini memiliki bobot mati 2.365 ton.

Meriam OTO Melara 76mm Super Rapid Gun melengkapi persenjataan utama KRI RE Martadinata-331. Klop dengan rudal rudal Exocet MM40 Block 3 yang punya jangkauan 180-200 km.

Persenjataan lainnya, yakni rudal anti serangan udara Mica. Rudal berdiameter 160 mm itu dirancang efektif menyergap sasaran sejauh 20-25 kilometer dengan ketinggian 9144 meter.

Untuk mengacaukan arah rudal dan sensor rudal lawan, KRI RE Martadinata-331 dapat meluncurkan rudal terma SKWS DLT 12 T. Rudal itu juga mampu mengacaukan jammer hingga mengecoh inframerah dan frekuensi radio yang digunakan rudal udara ke permukaan.

Untuk menghadapi kapal selam, KRI Martadinata-331 dipersenjatai Torpedo A 244S jenis ringan dengan kemampuan khusus mengincar sasaran di perairan dangkal.  Kemudian meriam Close In Weapon System (CIWS) Millenium 35mm untuk menangkis serangan udara serta ancaman permukaan jarak dekat.

Sejumlah keunggulannya itu membuatnya masuk dalam kategori flagship atau kapal unggulan. KRI bernomor lambung 331 itu namanya diambil dari nama pahlawan nasional, Laksamana Raden Eddy Martadinata, Panglima Angkatan Laut RI tahun 1959. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here