Ini Dia, Lima Klaster Pembawa Covid-19 ke NTB

Infografis  data terbaru pandemi Corona di NTB dengan total 33 pasien positif Covid - 19. (Sumber : BPBD NTB)

Mataram (Suara NTB) – Jumlah pasien positif Covid – 19 terus bertambah. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meningkat status positif covid – 19 bertambah empat orang. Total hingga Minggu sore, 12 April 2020, pasien positif menjadi 37 orang, dari data sebelumnya 33 orang.

Data Kemenkes RI yang diteruskan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo sebelumnya dari 27 orang positif, per Minggu sore kemarin bertambah 10 orang. “Total untuk NTB menjadi 37 orang,” sebutnya.

Iklan

Total penambahan secara nasional menjadi 4.241 orang positif covid – 19. Data yang negatif mencapai 359 orang, termasuk dua orang di NTB yang diperbolehkan pulang. Sementara korban meninggal  373 orang, dua orang terdata di NTB.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos.MH merunut  rantai penyebaran Covid – 19 ini, termasuk riwayat hubungan antar satu pasien dengan yang lain. Setelah dilakukan contact tracking, diidentifikasi para pasien Covid -19 menjalar hingga ke lima klaster

Klaster Jakarta (Guide)

Pasien nomor 33 inisial Ny. PTS usia 43 tahun yang baru diumumkan,  diketahui penduduk Monjok, Kota Mataram. Sebelumnya PTS tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit.  Namun pasien memiliki kontak erat dengan pasien nomor 21.

Sementara pasien nomor 21, berinisial D, laki-laki, usia 53 tahun. Ia juga penduduk Monjok, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Namun ia punya riwayat kontak erat dengan pasien nomor 05. Pasien nomor 05 adalah J, asal Dasan Agung Kota Mataram yang baru meninggal.

Dari wabah yang terjangkit dari J, menjalar ke D kemudian ke pasien 31 inisial DAR dan pasien 32 inisial FNH. Sama- sama asal Monjok, Mataram.

Klaster Bogor

Sementara klaster  kedua adalah Bogor, Jawa Barat. Pertama terjangkit adalah pasien 04, inisial LJ (44), hadir di acara keagamaan di Bogor, tinggal di Kelurahan Rembiga Kota Mataram. LJ punya riwayat kontak dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) lainnya.

Pasien ke 30 yang baru diumumkan kemarin, inisial RA, perempuan, usia 51 tahun, asal Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien sebenarnya tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. ‘’Tapi ia punya riwayat kontak erat dengan pasien nomor 04. Hingga saat ini menjalani karantina di Wisma Nusantara. Kondisinya  sudah membaik,’’ ungkap Khalik.

 Jauh sebelum ke pasien 30, pasien nomor 04  sudah menjangkiti pasien nomor 14, inisial RM, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Dalam 14 hari sebelum sakit, pasien memiliki riwayat kontak erat dengan pasien nomor 04. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dalam kondisi baik.

Pasien nomor 18, berinisial YRW, laki-laki, usia 55 tahun, asal Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat bepergian ke luar NTB selama 14 hari sebelum sakit, namun pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 nomor 04.

Dari pasien 04 penularan virus ini ke sejumlah  orang lainnya dan ditingkatkan status menjadi PDP. Seperti pasien nomor 28,  inisial CT, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien juga tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit.  Saat ini dia dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Demikian juga  pasien nomor 29,   FYT, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 04. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Tidak sampai di sana, pasien nomor 14 kemudian menularkan ke yang lain. Seperti ke pasien nomor 16 inisial SL,  pasien Ny.MP  asal Ampenan Mataram dan berlanjut ke pasien nomor 24 inisial DC asal Ampenan.

Klaster Jakarta (Seminar)

Sementara Klaster Jakarta juga tak terbendung. Berawal dari teridentifikasinya pasien   asal Lombok Timur Aikmel, Hj Y (50) pembina Ponpes Al-Kautsar Al-Gontori. Sempat hadir Muktamar Internasional Jakarta.  Kabar baiknya, pasien 01 ini sudah sembuh dan  diperbolehkan pulang.

Meski sembuh, namun wabah Covid – 19 sudah menjalar ke sejumlah orang lainnya. Seperti pasien nomor 02, tidak lain suami dari Hj. Y.  Kemudian dari suami Hj. Y, penularannya ke pasien nomor 06 inisial M (44) asal Desa Lunyuk Rea, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Saat ini M masih dalam proses perawatan di RS Rujukan Manambai Abdulkadir Sumbawa.

Dari pasien 01 (sudah sembuh/negatif Covid-19), terlanjur menular ke sejumlah orang. Diantaranya  pasien 9 inisial NM (28) perempuan Lombok Timur, kemudian berlanjut ke pasien nomor 10,  MI usia 41 tahun  asal Lombok Timur, kini sudah dinyatakan sembuh.

Hasil penelusuran, pasien 01 menularkan virus ke pasien nomor 25, berinisial MAS, laki-laki, usia 14 tahun, juga asal Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Namun riwayat kontak erat dengan pasien nomor 01 dan saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik.

Klaster Gowa

Sementara klaster Gowa tidak punya riwayat menjalar ke PDP lainnya. Namun dari klaster ini, ada delapan PDP yang terjangkit saat berada di Sulsel dan masih dalam perawatan.

Berawal dari terungkapnya pasien 03 inisial LJ, asal Rembiga Mataram. Setelah LJ, muncul PDP lainnya yang juga rombongan Jemaah Tabligh dari Gowa, inisial M pasien 07 asal Bertais, inisial N asal Kayangan KLU pasien nomor 11, pasien nomor 13 LAB asal Narmada, Lobar, pasien MA asal Sekarbela, Mataram nomor 15. Kemudian pasien nomor 19 inisial AS asal Lingsar Lombok Barat, pasien 20 inisial MZ asal Cakranegara dan SR pasien nomor 26 asal Selong, Lombok Timur.

Klaster Baru 

Satu kelompok penularan lainnya merupakan klaster baru.  Diantaranya pasien nomor 12, FBM asal Mataram punya riwayat kontak dengan ODP, kemudian pasien nomor 17 inisial KP, asal Selaparang Mataram, terjangkit dari suaminya yang bepergian ke daerah pandemi Bali. Kemudian pasien 22 FES asal Ampenan, bepergian ke luar negeri. Ketiga PDP ini berjenis kelamin perempuan. Satu pasien lainnya dalam klaster ini adalah HW.

Klaster kelima adalah klaster luar negeri, pasien 08 inisial H asal Pringgarata, Lombok Tengah. Ia adalah kru kapal pesiar dari Amerika, terjangkit saat perjalanan pulang.

Menurut  Ahsanul Khalik, seluruh wilayah NTB bisa disebut tidak aman dari sebaran wabah Covid – 19. Apalagi dengan tingkat kesadaran masyarakat  yang belum total patuh dengan anjuran pemerintah untuk psychical distancing.

‘’Semua daerah di Pulau Lombok sudah zona merah. Tapi daerah yang masih zona hijau, belum tentu aman,’’ ujarnya menjawab Suara NTB, akhir pekan kemarin. Apalagi jumlah ini terus bergerak seiring dengan pengiriman sampel swab yang tinggal diumumkan statusnya.

Dalam situasi yang semakin mengkhawatirkan ini, pihaknya sangat mengharapkan bantuan masyarakat untuk bersama-sama patuh pada tujuan bersama memutus mata rantai Corona. Sebab peran serta semua pihak sangat penting guna penghentian penyebaran Covid-19.

‘’Untuk itu, mari bersama-sama menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Menjaga kebersihan pakaian, mencuci tangan sesering mungkin terutama sebelum menyentuh wajah, menjaga jarak antar personal minimal 1,5 meter, menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, serta menghindari keramaian dan kerumunan,’’ katanya, terkait protokol Covid – 19. (ars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here