Ini Cerita Orang Tua Anak Terduga Pelaku Pencabulan Bocah di Loteng

Praya (suarantb.com) Orangtua dari pelaku dugaan pencabulan anak kaget menerima surat panggilan dari Polres Lombok Tengah (Loteng) terkait dengan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan anaknya berinisial J yang baru berusia delapan tahun.

Saat suarantb.com mencari informasi proses pemeriksaan di Polres Loteng, orangtua pelaku yang sedang menunggu di luar sempat tidak menolak mengakui sebagai orangtua dari pelaku. Ia mengatakan hanya mengantarkan penumpang. Namun setelah dijelaskan, akhirnya ia berkenan untuk diwawancara.

Iklan

Menurut pria yang mengaku berprofesi sebagai ojek tersebut, anaknya dititipkan pada orangtuanya di Kopang, Lombok Tengah. Sedangkan ia bersama istrinya tinggal di Aikmel Lombok Timur.

“Anak saya tinggal dengan neneknya, saya baru tahu (kasus ini), istri saya langsung pingsan,”ujarnya, Jumat, 22 Juli 2016.

Pria yang memiliki dua istri ini mengaku sebelumnya telah berdamai secara kekeluargaan dengan difasilitasi oleh kepala dusun setempat. Namun entah mengapa kasus tersebut berlanjut sampai ke Kepolisian. “Saya habis ini langsung ke Aikmel, sudah dua hari saya di sini (dimintai keterangan), padahal kasus ini sudah damai di Kepala Dusun,” jelasnya.

Ia mengatakan, akibat dari peristiwa ini, selama dua hari tidak bekerja. Padahal pendapatanya dari hasil ojek per harinya hanya sebesar Rp. 20.000. “Saya pergi dari jam 8 (pagi) sampai siang, hasilnya cuma Rp 20 ribu, belum untuk bensin, belum untuk belanja anak, belum untuk setoran motor. Karena motor ini kredit. Sarapan saja saya belum,” ungkapnya.

Akibat dari peristiwa ini, anaknya sudah dua hari izin dari sekolah untuk menjalani pemeriksaan di Polres Loteng. (szr)

  Pasang Surut Usaha Genteng di Tengah Terjangan Bahan Pabrikasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here