Ingin Terapkan SPIPISE, BPMP2T Kota Mataram Adakan Sosialisasi

Mataram (suarantb.com) – Untuk mempermudah pelaporan perkembangan usaha para investor, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Mataram mengadakan sosialisasi penanaman modal, Kamis, 15 September 2016. Sosialisasi yang menghadirkan Direktur Wilayah IV Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Dadang Mulyana, mengundang banyak pengusaha yang ada di Kota Mataram.

Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan para investor dan pengusaha, serta pegawai BPMP2T Kota Mataram dalam menerapkan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE). Ketua BPMP2T Kota Mataram, Cokorda Sudira Muliarsa mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah pengetahuan dan memberikan pelatihan mengenai peraturan penanaman modal.

Iklan

Selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan bagi para pegawai BPMP2T untuk kelancaran penerapan SPIPISE. “Makin sering kita mengadakan ini (sosialisasi), makin bagus. Pengetahuan kita makin bertambah,” ujarnya.

Cokorda menyebutkan, prioritas utama BPMP2T adalah memberikan bekal kepada staf dalam menjalankan terobosan baru BPMP2T Kota Mataram terkait SPIPISE. Selanjutnya memberikan pengertian kepada investor dan pengusaha di Kota Mataram mengenai kewajiban apa saja yang harus dipenuhi, serta laporan-laporan yang harus disampaikan ke BPMP2T.

“Karena dia (investor) punya izin prinsip. Usaha yang sudah berjalan, kemudian kewajiban-kewajibannya harus dilaporkan kepada saya di BPMP2T melalui SPIPISE tadi,” ujarnya.

Penggunaan SPIPISE di BPMP2T Kota Mataram sudah berjalan sejak lima bulan terakhir. Sebelum memakai SPIPISE, laporan disampaikan oleh investor kepada BPMP2T dengan cara manual. BPMP2T Kota Mataram berkoordinasi ke tingkat provinsi untuk mendapatkan informasi mengenai para investor. Sehingga pelayanan dinilai lebih menyulitkan. Dengan diberlakukannya SPIPISE, penyempurnaan sistem laporan sesuai UU dapat dilakukan lebih maksimal, serta lebih mudah memberikan informasi kepada BKPM RI. (rdi)