Ingin Pendidikan dan Kesehatan Berjalan Aman, Dinas Dikbud NTB Edarkan SOP Belajar Tatap Muka Semester Genap

Rapat persiapan layanan pembelajaran tatap muka semester genap tahun 2021 bersama Gugus Covid-19 Provinsi NTB.

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB menginginkan pendidikan di tengah pandemi Covid-19 berjalan dengan baik. Dengan tetap mengedepankan kesehatan pendidik dan peserta didik melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat. Oleh karena itu, Dinas Dikbud NTB telah mengeluarkan skenario dan Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan tatap muka semester genap tahun pelajaran 2020/2021.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., pada Selasa, 22 Desember 2020 mengatakan pihaknya ingin mempersiapkan dengan matang agar pembelajaran dan kesehatan berjalan beriringan dengan aman. Dinas Dikbud NTB telah mengedarkan surat dengan nomor: 420/5340.UM/Dikbud perihal Standar operasional prosedur belajar tatap muka semester genap tahun ajaran 2020/2021. Surat itu ditujukan kepada Kepala Kantor Cabang Dinas se-NTB, pengawas cabang dinas, Kepala SMA, SMK, dan SLB se-NTB.

Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan mempresentasikan evaluasi dan persiapan pembelajaran tatap muka di hadapan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB.

Aidy menyampaikan, pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan pada semester genap mulai tanggal 4 Januari 2021 sambil menunggu izin dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB. “Evaluasi pelaksanaan tatap muka dilakukan 2 sampai 4 minggu sekali,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan rapat persiapan layanan pembelajaran tatap muka bersama gugus tugas Covid-19 Provinsi NTB pada Selasa, 22 Desember 2020. Saat ini izin pembelajaran tatap muka masih diproses oleh Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) NTB. Dinas Dikbud NTB merencanakan layanan pembelajaran tatap muka dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2021.

Aidy menjelaskan, SOP yang dikeluarkan oleh Dinas Dikbud NTB itu untuk menindaklanjuti Keputusan bersama empat menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor: 01/KB/2020; Menteri Agama nomor: 516 tahun 2020, Menteri Kesehatan nomor HK.03.01/Menkes/363/2020 dan Menteri Dalam Negeri nomor: 440-882 tahun 2020 tentang panduan penyelenggaran pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) tanggal 20 November 2020.

Oleh karena itu, disampaikan beberapa kebijakan berikut sebagai panduan layanan belajar tatap muka semester genap tahun ajaran 2020/2021 di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu bagi kepala Cabang Dinas, agar melakukan koordinasi dengan pengawas dan kepala sekolah untuk menyiapkan, melaksanakan, dan melakukan pendampingan terkait pemenuhan daftar kesiapan sekolah, sebelum layanan tatap muka dimulai tanggal 4 Januari 2021 dengan mengacu pada instrument sebagaimana lampiran 1 dan 2.

“Di samping itu, Kepala Cabang Dinas menugaskan pengawas sekolah untuk melakukan pendampingan pada saat layanan pembelajaran tatap muka dengan berpedoman pada instrument,” jelas Aidy.

Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan mendampingi Sekda NTB, H. Lalu Gita Ariadi, saat meninjau pelaksanaan simulasi
pembelajaran tatap muka pertama kali pada Senin (149) lalu di SMAN 1 Mataram

 Untuk pengawas sekolah, diminta memastikan sekolah telah mengisi dapodik kesiapan belajar tatap muka melalui link yang disediakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Begitu juga memastikan terisinya instrumen kesiapan sekolah dan pengembaliannya kepada Dinas Dikbud Provinsi NTB. “Melakukan pengawasan dan pendampingan selama kegiatan layanan tatap muka dengan mengacu kepada standar operasional prosedur Dinas Dikbud NTB,” katanya.

Sementara untuk Kepala SMA, SMK, dan SLB diminta melakukan pengisian ulang daftar kesiapan berupa instrument 1 dan 2 dalam lampiran dan mengirimkannya kepada Dinas Dikbud Provinsi Nusa Tenggara Barat paling lambat tanggal 29 Desember 2020 untuk diverifikasi ulang. Instrumen kesiapan tersebut harap dilampiri dengan bukti kesiapan berupa foto-foto pendukung per item, misalnya foto cuci tangan, thermo gun, masker, dan lain-lain.

“Memastikan adanya izin atau rekomendasi dari unsur komite sekolah dan perwakilan orangtua/wali sebelum memulai pelaksanaan layanan tatap muka pada awal Januari 2021,” ujar Aidy.

Selain itu, pihak sekolah memastikan ulang kesiapan tim satgas Covid-19 sekolah dan memastikan tupoksi masing-masing anggota dapat berjalan maksimal. Terutama untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan sebelum dan setelah jam belajar usai. Sekolah juga perlu melakukan konsolidasi ulang tim disiplin covid-19 dari unsur peserta didik.

Sekolah juga harus memastikan ketersediaan sarana seperti thermo gun, tempat mencuci tangan, masker dan pelindung wajah atau face shield, spanduk dan tulisan pengingat akan pentingnya menjaga protokol Covid-19, termasuk ketersediaan ruang UKS.

Kantin sekolah dapat dibuka dengan menyediakan layanan sistem pengantaran atau delivery maupun sistem catering. Kantin juga perlu memperhatikan ketersediaan sarana cuci tangan dan penyediaan ruang yang cukup. Sekolah membuka layanan tatap muka dengan sistem sif atau blok maksimal 3,5 jam pelajaran dengan durasi maksimal 60 menit per jam tatap muka pada setiap sif atau blok.

Khusus SMK, agar melakukan identifikasi dan penjajakan terhadap DU-DI (dunia usaha-dunia industri) yang siap menyerap peserta didik untuk melakukan praktik kerja industri (prakerin) dengan memperhatikan kemungkinan terlaksananya protokol covid-19 secara baik pada DU-DI dimaksud

Aidy menegaskan, pelaksanaan layanan tatap muka pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 agar berpedoman pada SOP yaitu, Mengisi daftar pada DAPODIK, kemudian mengisi instrument kesiapan tatap muka, menyiapkan sarana penanganan Covid-19, dan mengajukan izin membuka layanan tatap muka. Berikutnya, mengatur ruang kelas dengan rasio maksimal 18 peserta didik/kelas, menyusun jadwal pelajaran, dan membuat tim disiplin sekolah. Kemudian, melaksanakan tatap muka terbatas (bukan simulasi), dan melaksanakan prakerin bagi SMK. “Lalu melaksanakan evaluasi layanan tatap muka,” jelas Aidy.

Untuk ketentuan lainnya, pelaksanaan layanan tatap muka pada semester genap tahun akademik 2020/2021 dapat mengacu pada surat Dinas Dikbud NTB nomor: 441/4043.UM/Dikbud tanggal 10 September 2020 prihal ketentuan simulasi tatap muka dan Surat Dikbud NTB nomor: 890/4319.UM/Dikbud tanggal 8 Oktober 2020 prihal simulasi penguatan dan layanan tatap muka terbatas dan surat Dikbud NTB nomor: 420/4390.UM/Dikbud tanggal 20 Oktober 2020 prihal simulasi penguatan minggu ke-3 dan ke-4 dan layanan tatap muka terbatas. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here