Industri Kerajinan di Lotim Lesu

Hasil kerajinan warga Desa Loyok yang terbilang masih lesu. Pemerintah harus turun melakukan intervensi. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Industri kerajinan menjadi salah satu yang potensial dikembangkan di Lombok Timur (Lotim). Hasil karya kerajinan seperti di Loyok Kecamatan Sikur ini pernah jaya, namun kini mengalami kelesuan. Menjawab hal itu, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPBD) Lotim berharap pemerintah bisa ambil peran untuk membantu mengembangkan industri kerajinan.

Ketua  Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim, Akhmad Roji, mengharapkan, pemerintah harus hadir di tengah-tengah perajin. Salah satu caranya adalah membentuk regulasi yang menguntungkan para perajin.  ‘’Bisa dengan membeli produk-produk kerajinan tersebut untuk digunakan di kantor-kantor pemerintahan. Baik kantor desa, camat maupun kantor pemerintah daerah,’’ terangnya, Sabtu (29/12).

Iklan

Tidak hanya itu, pemerintah bisa turut membeli hasil kerajinan. Bisa memulai dari sekolah-sekolah dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Termasuk mengeluarkan kebijakan yang menggunakan kain tenun untuk seragam ke kantor.

Bupati Lotim, H. Sukiman Azmy menginginkan ada kebangkitan hasil karya masyarakat Lotim dengan menghidupkan kembali hasil-hasil kerajinan warga. Seperti Loyok dengan kerajinannya dan Pringgasela dengan hasil tenunnya. Disebut di Loyok pernah ada hasil karya Kalung Sapi atau dalam bahasa Sasak disebut dengan istilah Kerotok Sampi yang pernah mendunia.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah membuat desa-desa wisata. Desa wisata dengan Surat Keputusan (SK) Bupati. Karenanya, ketersediaan inftrastruktur menuju kawasan-kawasan desa wisata itu menjadi salah satu atensi serius pemerintah daerah era Sukiman Azmy dan Rumaksi Sjamsuddin. (rus)