Indofarma Dukung Pengembangan dan Pemasaran Entram

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah memberikan cinderamata berupa alat rapid test Entram kepada rombongan Komisi IX DPR RI yang melakukan kunjungan kerja spesifik untuk memantau percepatan vaksinasi Covid-19 di NTB di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis, 9 September 2021. (Suara NTB/ist)

KEPALA Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS., mengatakan awal pekan lalu, Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah berdiskusi dengan Wakil Menteri BUMN. Dari diskusi tersebut, Kementerian BUMN melalui BUMN Farmasi, yaitu PT. Indofarma akan mensupport pengembangan dan pemasaran alat rapid antigen Entram.

PT. Indofarma, kata Fikri, memiliki anak perusahaan yang nantinya bekerja sama dengan Hepatika Mataram. Menindaklanjuti hasil diskusi Gubernur dengan Wakil Menteri BUMN, Dikes sudah menggelar rapat dengan anak perusahaan PT. Indofarma.
‘’Poinnya, supaya Entram ini digunakan saat event-event di sini. Kaitan dengan gerakan Bela dan Beli Produk Lokal. Bahwa, ini menjadi penting untuk mendorong produk-produk kita bisa digunakan di NTB,” kata Fikri, akhir pekan kemarin.

Iklan
H.L.Hamzi Fikri (Suara NTB/dok)

PT. Indofarma melalui anak perusahaannya, kata Fikri sangat mendukung. Sehingga sedang disusun draf kerja sama dengan Hepatika Mataram. ‘’Kepentingan kami, bagaimana Entram ini bisa digunakan oleh mereka. Kerja sama saling menguntungkan. Tidak hanya bicara antigen. Tapi ada produk-produk lain yang bisa dikembangkan. Dari aspek pengembangan teknologi dan pemasaran. Itu beberapa poin penting dari rapat kemarin,’’ ungkapnya.

Dengan kerja sama ini, kata Fikri, pembuatan alat rapid antigen Entram yang sebelumnya manual. Ke depan akan menggunakan mesin. Sehingga kapasitas produksinya meningkat berkali-kali lipat.
‘’Hepatika sangat siap. Dari sisi permodalan dan pemasaran kita akui masih kurang. Maka, kita menggandeng Indofarma yang sudah punya link,’’ terangnya.

Ke depan, lanjut Fikri, kerja sama Hepatika Mataram dengan PT. Indofarma bukan saja terkait dengan pengembangan dan pemasaran produk antigen Entram. Tetapi juga sejumlah produk kesehatan yang sudah dihasilkan Hepatika juga akan didorong.
Dari sisi kualitas dan harga, alat rapid antigen Entram bisa bersaing dengan produk impor. Harganya sekitar Rp60 ribuan. Sementara produk impor ada yang harganya di atas Rp100 ribu.

Alat rapid antigen Entram memiliki sensivitasnya sebesar 92,31 persen, sedangkan standar Kemenkes lebih dari 80 persen. Begitu juga spesivitasnya sebesar 97,65 persen, sedangkan standar Kemenkes 97 persen. Kecepatan mendiagnosis antara 15 – 20 menit.

Sebelumnya, Komisi IX DPR RI yang membidangi masalah kesehatan mendukung penuh keberadaan industri kesehatan dalam negeri, salah satunya Laboratorium Hepatika Mataram yang bisa memproduksi alat rapid tes antigen Entram. Mendengar NTB dapat memproduksi alat rapid antigen, Komisi IX DPR RI akan meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memprioritaskan penggunaan alat rapid antigen Entram di seluruh Indonesia.
“Kami nanti setelah kembali ke Jakarta, ketika rapat dengan Kementerian Kesehatan, kami akan meminta agar Kemenkes memprioritaskan alat-alat kesehatan dan obat-obatan produksi dalam negeri, termasuk produksi dari NTB, alat antigen,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris dikonfirmasi usai kunjungan kerja spesifik di Kantor Gubernur, beberapa waktu lalu.

Charles mengatakan Komisi IX DPR RI mendukung penuh industri kesehatan dalam negeri untuk mencapai ketahanan kesehatan. “Kita harus mendukung adanya produksi alat antigen seperti yang ada di NTB,” ujarnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional