Indeks Pengendalian Covid-19 Turun, Wagub Ingatkan Pemda Gencarkan Tracing dan Testing

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – NTB menjadi satu dari 18 provinsi  yang mengalami penurunan indeks pengendalian Covid-19 di Indonesia. Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., mengingatkan seluruh Pemda Kabupaten/Kota supaya menggencarkan tracing dan testing agar kasus Covid-19 di NTB terus mengalami pelandaian.

“Itulah makanya tracing dan testing yang harus kita dorong terus. Jangan sampai kasus Covid turun, kita jadi lengah,” kata Wagub dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 1 Oktober 2021.

Iklan

Turunnya indeks pengendalian Covid-19 di NTB, kata Wagub, bisa jadi akibat vaksinasi yang sedang gencar dilakukan. Sehingga petugas yang melakukan tracing dan testing fokus melakukan vaksinasi.

“Jadi tracingnya bisa jadi agak melemah. Makanya itu harus kita dorong terus. Memang ini harus saling mengingatkan satu sama lain,” katanya.

Namun, secara umum, kata Wagub, penanganan Covid-19 di NTB cukup baik. Artinya, pasien Covid-19 dapat ditangani dengan baik di fasilitas kesehatan.

“Kita tak pernah dalam kondisi kolaps, dalam arti tidak bisa menangani pasien. Oksigen pun kita pernah dalam kondisi darurat, tapi hanya satu, dua hari. Setelah itu normal. Kurang-kurangnya tracing itu terus kita akan dorong,” katanya.

Bisa jadi, kata Wagub, gencarnya pelaksanaan vaksinasi menyebabkan petugas fokus ke sana. Karena vaksinasi menjadi sesuatu yang prioritas saat ini. Apalagi, NTB akan menjadi tuan rumah World Superbike (WSBK) dan MotoGP.

“Bisa jadi itu menjadi faktor. Tetapi kita tidak bisa membela diri dengan hal tersebut. Harus tetap kita evaluasi diri juga masalah tracing. Karena banyak juga stakeholders yang siap membantu kita untuk tracing. Itu tetap menjadi catatan kita,” tambahnya.

Pemerintah Pusat memperpanjang PPKM di daerah luar Jawa – Bali, mulai 21 September – 4 Oktober sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 44 Tahun 2021. Dalam Inmendagri tersebut, semua kabupaten/kota di NTB, berstatus PPKM Level 2.

Berdasarkan Inmendagri tersebut, Pemerintah Pusat menargetkan NTB untuk melakukan 2.243 testing per hari. Dengan rincian, Barat harus melakukan testing sebanyak 104 orang per hari. Kemudian Lombok Tengah 141 testing, Lombok Timur 889 testing, Sumbawa 340 testing, Dompu 189 testing, Bima 73 testing, Sumbawa Barat 23 testing, Lombok Utara 33 testing, Kota Mataram 369 testing dan Kota Bima 73 testing per hari.

Sebagaimana diketahui, 18 provinsi mengalami penurunan indeks pengendalian Covid-19 di Indonesia. Antara lain,  Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemudian Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Berdasarkan hasil monitoring indeks adanya penurunan performa penanganan di daerah ini, sehingga manajemen pengendalian terutama di level kabupaten dan kota harus dibenahi. Khususnya dalam peningkatan tracing, testing, dan treatment (3T). (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional