Impor Daging Bisa Pengaruhi Harga di Mataram

Pedagang daging sapi lokal di pasar Mandalika, Kota Mataram, Jumat (23/10). Rencana mendatangkan daging beku dari luar negeri dikhawatirkan dapat mengganggu harga daging lokal.(Suara NTB/bay) 

Mataram (Suara NTB) — Rencana Perum Bulog untuk mendatangkan 40 ton daging beku impor ke NTB dikhawatirkan mengganggu harga di pasaran, termasuk di Kota Mataram. Pasalnya, kebutuhan untuk daging murah di Kota Mataram saat ini telah dicukupi dengan pendistribusian dari agen-agen yang ditunjuk.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Mutawalli, menerangkan sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram telah bekerjasama dengan distributor luar daerah untuk memenuhi kebutuhan daging murah di NTB. “Sudah ada agen-agen yang memang menyediakan itu dari Jakarta dan Surabaya, jadi beda dengan yang dari Bulog itu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat, 23 Oktober 2020.

Iklan

Diterangkan, sampai saat ini pihaknya hanya mengizinkan pengiriman daging sapi beku ke Kota Mataram 25-30 ton per bulan. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat serta penjualan daging sapi lokal.

Menurut catatan pihaknya, sampai saat ini harga eceran tertinggi (HET) untuk daging sapi beku di Mataram berkisar antara Rp80-90 ribu tergantung kelas daging.  “Jadi tergantung volumenya. Kalau Bulog mendatangkan banyak, bisa tenganggu (harga daging sapi beku) yang sekarang,” jelas Mutawalli.

Untuk itu, jika Perum Bulog merealisasikan rencana tersebut pihaknya hanya akan menerima 5-10 ton dari total daging yang diimpor. “Kalau segitu mungkin tidak berpengaruh. Nanti kita yang kurangi yang (pemesanan dari distributor) di kota,” ujarnya.

Sebelumya Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Abdul Muis, menerangkan rencana impor 40 ton daging beku dari India sampai saat ini masih menunggu persetujuan Pemprov NTB. Menurutnya, rencana tersebut ditujukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kenaikan harga daging, sekaligus menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan daging di NTB.

Daging beku yang akan didatangkan tersebut antara lain daging kerbau dan daging sapi dengan kisaran harga Rp87 — 90 ribu per Kg. Diterangkan, daging tersebut merupakan kualitas super yang dapat dimanfaatkan oleh usaha restoran untuk membuat steak daging. (bay)