Imigrasi Tangkap Dua WNA di KSB

Taliwang (Suara NTB) – Kantor Imigrasi Sumbawa menangkap dua Warga Negara Asing (WNA) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Keduanya diketahui bermasalah dengan dokumen perizinan tinggalnya di Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Sumbawa, Drs. Syahrifullah mengatakan, kedua WNA yang ditahan pihaknya itu sama-sama berkewarganegaraan Malaysia. Mereka masing-masing ditemukan di kecamatan Poto Tano dan Kecamatan Maluk.

Iklan

“Ini hasil kerja anggota saat melakukan pengawasan di KSB baru-baru ini,” katanya kepada wartawan di Taliwang, Selasa, 14 Maret 2017.

Dari hasil penelusuran pihaknya, untuk WNA di Poto Tano diketahui telah berada di Indonesia selama dua tahun. Selama masa itu, yang bersangkutan tidak mengantongi dokumen sah terkait sebagai WNA yang berada di Indoensia.

“Jadi dia tidak bisa menunjukkan dokumen yang dibutuhkannya untuk berada di negara kita selama ini,” cetusnya.

Sementara WNA yang ada di kecamatan Maluk, Syahrifullah menyebutkan, adanya indikasi peyalahgunaan visa. Di mana bersangkutan yang selama ini memegang izin sebagai pelancong, tetapi ketika berada di Indonesia melakukan aktivitas bekerja.

“Ini kita ketahui dari video yang dibuat. Jadi ada penyalahgunaan izin kehadirannya di sini,” sebutnya.

Terhadap kedua WNA tersebut, Syahrifullah mengatakan, pihaknya telah mengkonfirmasi konsulat Malaysia untuk mencari data-data keduanya. Pihaknya memiliki waktu sampai satu bulan ke depan, jika tidak kedua WNA tersebut akan dikirim ke Rumah Detensi Imirgasi (Rudensi) Denpasar untuk upaya pemulangan ke negara asal.

“Kami punya batas waktu selama 1 bulan. Kalau tidak ada konfirmasi konsulat asal WNA tersebut, kita kirim ke Rudenim. Begitu aturannya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, informasi keberadaan WNA tanpa dilengkapi izin tinggal di KSB ada beberapa yang telah diterimanya. Salah satunya keberadaan WNA asal Bangladesh yang selama belasan tahun telah berdomisili di desa Senayan kecamatan Poto Tano. Informasi itu akan segera pihaknya tindaklanjuti, mengingat WNA bersangkutan diketahui telah berkeluarga dan memiliki anak dari warga setempat.

“Informasi ini tadi saya dapat dari pak Kasatpol-PP. Makanya kita akan turun ke lapangan. Kalau benar, kita akan mengupayakan bersangkutan untuk mengurusi dokumen izin tinggalnya di sini karena memang selain sudah lama tinggal di sini, bersangkutan juga sudah berkeluarga dan punya anak. Jadi kita upayakan dia memperoleh izin tinggal yang sesuai ketentuan,” timpal Syahrifullah.

Potensi kehadiran WNA gelap di wilayah KSB sangat terbuka. Berdasarkan data, di pulau Sumbawa, KSB dan kabupaten Dompu tercatat paling banyak ditinggali para pendatang asal luar negeri. “Nah mereka tidak menutup kemungkinan datang secara ilegal atau tidak memiliki dokumen yang sah untuk tinggal,” imbuhnya. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here