IMF Galang Dana untuk Korban Gempa

0
Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde memberikan dukungan moril kepada para korban gempa di Guntur Macan, Lombok Barat. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pertemuan tahunan World Bank-IMF yang berlangsung di Nusa Dua Bali, akan dimanfaatkan untuk pengumpulan dana kepada korban gempa yang ada di Lombok-Sumbawa dan Palu. Selain akan dilakukan penghimpunan dana lagi, IMF juga telah memberikan bantuan dana sebesar Rp 2 miliar.

Penegasan ini disampaikan Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde saat berkunjung ke Guntur Macan, Gunung Sari, Lombok Barat bersama Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan, Sri  Mulyani siang Senin, 8 Oktober 2018 kemarin.

IKLAN

“Jadi yang akan kita lakukan dalam pertemuan tahunan ini, dengan telah melihat secara langsung kondisi di Lombok dan Palu, maka seluruh peserta dari pertemuan tahunan ini akan meminta kedermawanan mereka untuk untuk berbagi dan memberikan bantuan,’’ jelas  Christine.

Diketahui, sekitar  30 ribu peserta hadir pada pertemuan tahunan World Bank- IMF yang  mempertemukan para anggota bank sentral, menteri keuangan dan pembangunan, eksekutif sektor swasta, lembaga masyarakat sipil. Kemudian media serta akademisi untuk membahas masalah-masalah global, termasuk prospek ekonomi dunia, stabilitas keuangan global. Pengentasan kemiskinan, pekerjaan dan pertumbuhan, pembangunan ekonomi, efektivitas bantuan serta perubahan iklim.

Tiga tahun lalu, Indonesia masuk dalam 10 negara terbaik yang dapat menyelenggarakan pertemuan tahunan ini. Indonesia masuk sebagai negara terbaik yang dipilih dan ditetapkan  sebagai pusat pelaksanaan kegiatan.

Saat diputuskan memilih Indonesia, tidak diketahui Gunung Agung Bali akan meletus. Tidak diketahui juga akan terjadi gempa bumi di Lombok, gempa bumi dan tsunami di Palu. Yang diketahui, Indonesia adalah negara terbaik sebagai lokasi pelaksanaan.

Ada tiga pertanyaan yang harus dijawab kata Christine. Pertama, apakah pertemuan internasional ini lantas akan dibatalkan. Jawabannya, tentu tidak.  Sebab ia akan menjadi citra buruk bagi Indonesia. Dan dampak ekonominya akan cukup besar.

Lalu pertanyaan kedua, apakah Indonesia mau menerima pinjaman dari IMF, karena IMF adalah lembaga yang selalu memberikan pinjaman apabila sebuah negara mengalami suatu persoalan terhadap neraca pembayaran. Dan jawabannya kata Christine adalah tidak.  Karena ekonomi Indonesia telah dikelola dengan sangat baik.

Pertemuan tahunan bank dunia-IMF harus tetap dilaksanakan di Indonesia. Terhadap bencana yang terjadi di Indonesia, staf dari IMF akhirnya menggalang dana secara pribadi  untuk korban gempa, mendukung Indonesia. Manajemen dari IMF, kata Christine sangat mendukung inisiatif tersebut.

‘’Dan ini baru saja awal mulanya. Hari ini saya membawa cek Rp 2 miliar. Untuk di alokasikan ke Lombok dan Sulawesi. Kami datang dengan tim besar dari IMF untuk memberikan dukungan. Kami sangat terpesona dengan upaya penanganan bencana yang dilakukan pemerintah,’’ ujarnya.

Ia merasa senang, di Lombok anak-anak telah kembali lagi ke sekolah. Ia berjanji kepada Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah untuk datang kembali ke Lombok untuk menyaksikan Lombok telah lebih baik. (bul)