Imbas Pengembangan Kawasan Mandalika, Puluhan Warga Kuta Terancam Digusur

Praya (Suara NTB) – Tidak kurang dari 30 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Dusun Ujung Lauk Desa Kuta Pujut Lombok Tengah (Loteng) terancam kehilangan tempat tinggalnya. Hal ini menyusul adanya rencana penggusuran oleh pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) terhadap area ini. Hal ini sebagai bagian dari rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Di area yang rencananya akan digusur itu ada puluhan warga yang tinggal. Dan, kini mereka terancam kehilangan rumahnya,”  aku Kepala Desa Kuta L. Badarudin, kepada Suara NTB, Selasa, 16 Mei 2017.

Iklan

Pihaknya mengaku kalau area ini masuk ke dalam kawasan Mandalika yang dikelola oleh pihak ITDC. Hanya saja, pihaknya tetap berharap sebelum melakukan penggusuran pihak ITDC terlebih dahulu melakukan sosialisasi sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah desa, sehingga warga juga bisa mempersiapkan diri.

“Tapi pagi saja (kemarin,red) pihak ITDC katanya akan melakukan penggusuran. Tetapi ditolak warga, lantaran belum ada pemberitahuan sebelumnya,”ungkapnya.

Hal-hal itulah ke depan tidak perlu terjadi. Jika kemudian mau melakukan penggusuran, sebaik berkoordinasi dengan pemerintah desa dan mensosialisasikan kepada warga. Karena kalau sudah muncul persoalan seperti itu, tetap yang jadi sasaran pemerintah desa.

Sebagai representasi dari pemerintah, ITDC hendaknya jangan semena-mena memperlakukan warga dan harus bisa memberikan solusi, supaya tidak memicu konflik di tengah masyarakat. Jika ada konflik akan bisa mengganggu kelancaran pembangunan di kawasan Mandalika.

“Warga bukannya tidak mendukung pengembangan kawasan Mandalika. Tapi hendaknya dalam proses pembangunan, tetap memperhatikan hak dan aspirasi warga,” tambah Badarudin.

Selain itu warga berharap ada perhatian yang diberikan kepada warga yang terkena dampak penggusuran, paling tidak sekadar biaya pengangkutan. Mengingat, banyaknya material bangunan yang harus dibawa pindah oleh warga.

Ia menjelaskan, warga yang menempati lahan ITDC rata-rata eks pemilik lahan. Di mana, mereka tetap memilih tinggi meski sudah menjual lahannya tersebut, karena kawasan Mandalika tidak kunjung dibangun. Tapi dengan mulainya proses pengembangan kawasan Mandalika sekarang ini, warga siap untuk pindah dan tetap berharap ada dukungan dari ITDC, untuk sekedar meringankan beban yang mesti ditanggung akibat dari penggusuran itu nantinya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional