Ikhtiar Kendalikan Pandemi

Hj.Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/ist)

WAKIL Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyadari aktivitas perkuliahan terganggu karena pembatasan di masa pandemi. Begitu pula kegiatan kampus lainnya yang dirindukan oleh para mahasiswa. ‘’Oleh karena itu, ayo berpartisipasi ikut vaksinasi massal di kampus agar bisa berkegiatan seperti dulu,’’ imbau Rohmi saat meninjau Vaksinasi Presisi Merdeka di Kampus Undikma, Rabu, 4 Agustus 2021.

Wagub mengatakan, tugas mahasiswa jauh lebih ringan daripada para tenaga kesehatan. Vaksinasi bagi mahasiswa, juga menjadi contoh bagi masyarakat  sebagai calon pemimpin masa depan yang sehat. Rohmi juga mengingatkan, protokol kesehatan(Prokes)  tetap dipatuhi pascavaksin.

Iklan

‘’Vaksin sebagai ikhtiar mengendalikan pandemi. Kalau Prokes tidak diterapkan dan angka terpapar tetap tinggi maka sulit juga mengharapkan aktivitas kampus yang normal,’’.

Rohmi menambahkan, dengan diberikan vaksin, kekuatan generasi muda tetap baik untuk berada di garis depan mengkampanyekan protokol kesehatan.  Turut mendampingi  Wagub, Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Danlanud ZAM Kolonel Pnb Khairun Aslam, Danlanal Rembiga Kolonel Laut (P) Suratun, Rektor Undikma Prof Kusno, serta Ketua BEM Undikma Ainul Sadimah.

Wagub mengatakan, vaksinasi Covid-19 di NTB dapat semakin cepat tercapai targetnya dengan bertambahnya sasaran kepada mahasiswa. Apalagi selama ini NTB tidak memiliki kendala dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19.

‘’Penolakan vaksin sangat minim,’’ jelasnya. Menurut Rohmi, NTB tidak menyiakan stok vaksin yang sudah dikirimkan pemerintah pusat. Cara itu sebagai bentuk percepatan. ‘’Kendalanya sekarang tergantung drop dari pusat. Kalau NTB, setiap vaksin datang, tiga empat hari sudah kita minta lagi stoknya,”’’ katanya.

Rektor Undikma, Prof. Drs. Kusno mengatakan, kegiatan vaksinasi yang terdaftar hari ini sudah melampaui target penyelenggara 1000 dosis vaksin yang mayoritas dari mahasiswa Undikma. Ada pula pendaftar umum. Ia mengapresiasi mahasiswa yang hadir karena memiliki kesadaran tinggi.

‘’Semua elemen sudah mencoba mulai pencegahan, pengobatan dan yang tersulit pengendalian karena akhirnya yang dikendalikan adalah perilaku manusia bukan langsung penyakitnya,’’ katanya. (r)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional