IKBP Kayangan Berantas Calo dan Bantu Pemerintah Atasi Pengangguran

Aksi penggalangan dana untuk korban gempa bumi di Sulawesi dan banjir di Sumbawa oleh Ikatan Keluarga Besar Pelaut dan Pemuda (IKBP) Kayangan belum lama ini. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Ikatan Keluarga Besar Pelaut dan Pemuda Kayangan menjadi serikat atau organisasi pertama berdiri di Nusa Tenggara Barat. Organisasi yang sebagian besar anggota para pelaut dan pemuda ini bertujuan memberantas calo dan membantu pemerintah mengurangi pengangguran.

Ketua IKBP Kayangan Patahi menyampaikan, berdirinya organisasi atau serikat pekerja ini bermula atas kegelisahannya melihat banyaknya pengangguran terbuka di tiga desa. Padahal, sumber daya manusia di Desa Labuhan Lombok,Seruni Mumbul dan Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur sangat mumpuni. Rata-rata pemuda berpendidikan strata satu bahkan magister. Saat kembali ke kampung halaman untuk bekerja tidak yang mengakomodir. “Kasian teman – teman kita jauh-jauh sekolah ke Jakarta,Malang,Yogjakarta dan Surabaya. Pulang ke kampung jadi penonton saja,” tuturnya ditemui, Sabtu, 6 Februari 2021.

Iklan

Sementara, perusahaan pelayaran,perusahaan tambang galian C,PLTU dan lain sebagai cukup banyak beroperasi. Dia menyesalkan karyawan justru banyak didatangkan dari luar daerah. Semestinya, perusahaan itu memprioritaskan penduduk lokal sebagai tanggungjawab sosial. “Malah karyawannya didatangkan dari Jawa. Kalau hal-hal yang sifatnya administratif kan banyak teman disini yang bisa bekerja secara tim,” ujarnya.

Patahi justru menyesalkan dugaan perekrutan pegawai melibatkan calo. Beberapa kasus ditemukan penduduk lokal yang mau masuk bekerja dimintakan sejumlah uang. Padahal, gaji yang diperoleh tidak sebanding dengan uang yang disetor ke calo.
Hal semacam ini perlu diberantas,karena tidak mendidik dan dikhawatirkan mendarah daging serta merugikan generasi berikut. “Ini yang perlu kita basmi. Jangan sampai calo ini merajalela,” tegasnya.

Selain fokus melakukan advokasi terhadap pekerja, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan managemen perusahaan di tiga desa tersebut. IKBP Kayangan mendorong agar perusahaan mengutamakan warga lokal bilamana perekrutan karyawan.
Dengan cara itu dapat membantu pemerintah mengurangi pengangguran terbuka.
“Niat kami ini tulus tanpa ada kepentingan apapun. Kami ingin membantu pemerintah mengurangi pengangguran,” ucapnya.

Terlepas dari tujuan utamanya, IKBP Kayangan juga berperan aktif dalam aksi sosial. Seperti penggalangan dana bantuan bagi korban gempa di Sulawesi, banjir di Sumbawa dan daerah terdampak bencana lainnya.  Selain itu tambahnya, bhakti sosial seperti bersih pantai dan program jumat bersih. Oleh karena itu, serikat yang dibentuk dapat menunjukan eksistensinya di masyarakat serta menjadi wadah untuk sama – sama memberikan kontribusi untuk peningkatan kualitas SDM dan mengentaskan pengangguran. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional