Ibu vs Anak Kandung, Polda NTB Klarifikasi Kasus ITE Tuduhan Penggelapan Motor

Inaq Kalsum, ibu yang sempat dilaporkan ke polisi oleh anak kandungnya ini memberi keterangan kepada penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda NTB, Jumat, 3 Juli 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB menindaklanjuti laporan Inaq Kalsum mengenai dugaan pelanggaran ITE terkait tuduhan penggelapan sepeda motor. Ibu yang dilaporkan anaknya ke polisi ini membeberkan kondisinya. Bahwa, tuduhan penggelapan yang ramai di media sosial membuatnya seolah sudah divonis sebagai pelaku kejahatan.

Kalsum didampingi penasihat hukumnya Lalu Anton Hariawan mendatangani Mapolda NTB, Jumat, 3 Juli 2020. Dia kemudian menghadap penyidik Subdit I Siber Ditreskrimsus Polda NTB. Kalsum menjalani interogasi terkait laporan pelanggaran pasal 27 ayat 1 UU ITE.

Iklan

“Hanya diminta menjelaskan sesuai dengan laporan yang disampaikan. Beberapa berita hoaks tentang klien kami yang dibilang menggelapkan sepeda motor,” ucap Anton usai mendampingi Kalsum.

Dia menambahkan, pihaknya juga menyerahkan bukti dokumen. Terkait Surat Perdamaian antara Kalsum dengan anak kandungnya, tertanggal 29 April 2020. Surat itu mengklaim Kalsum sudah berdamai dengan Mahsun mengenai kasus pemukulan.

“Surat perdamaiannya diduga dipalsukan. Tanda tangannya tidak sesuai. Benar ada dugaan penganiayaan tapi tidak pernah ada damai. Penganiayaan ini lah yang membuat Ibu Kalsum terganggu pendengarannya,” sebut Anton.

Terpisah, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Yusuf Tauziri mengonfirmasi klarifikasi Inaq Kalsum kemarin. Penyidik baru sebatas mengklarifikasi Kalsum sebagai pelapor. “Hak hukumnya sudah kita tindaklanjuti,” jelasnya.

Namun, Yusuf menerangkan belum bisa beranjak ke prosedur penyelidikan selanjutnya. Sebab, bukti laporan pengaduan itu mencantumkan tautan berita media online. Yang mana terkait sengketa pemberitaan.

“Ini kan buktinya media online. Kami akan berkoordinasi dulu dengan Dewan Pers. Apakah ini produk jurnalistik atau bukan. dari situ kita baru telusuri dengan mengklarifikasi terlapor dan saksi-saksi lain. Ini agar sesuai SOP,” tegas mantan Wakapolres Sumbawa ini. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here