Ibu Rumah Tangga Penderita HIV/AIDS Tertinggi di NTB

Mataram (suarantb.com) – Mayoritas penderita HIV/AIDS saat ini diakui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Nurhandini Eka Dewi didominasi ibu rumah tangga. Bukan karena perilaku seks bebas, justru korban tak berdosa ini kebanyakan terinfeksi HIV/AIDS dari suaminya yang bekerja sebagai TKI di luar negeri.

“Kalau kita pantau di beberapa daerah, penderita HIV/AIDS tertinggi di NTB  justru di kalangan ibu rumah tangga. Setelah kita lacak ke belakang, mereka kebanyakan bersuamikan TKI. Cuma istrinya saja yang ada di sini, suaminya di luar negeri,” jelasnya, Rabu, 9 September 2016.

Iklan

Saat suami yang bekerja sebagai TKI ini pulang cuti ke NTB, tak jarang ada yang tanpa sengaja membawa “oleh-oleh” virus ini pada pasangannya. “Saat berangkat kan mesti negatif semua. Kalau positif pasti tidak akan diterima oleh negara tujuan. Jadi bisa dikatakan suami-suami ini tertular di sana dan dibawa pulang ke sini,” tuturnya.

Tetapi memang, tidak semua TKI ini pulang dengan membawa virus HIV/AIDS. Sehingga Eka berpesan, masyarakat tidak perlu berpikiran negatif pada tetangga atau keluarga yang bekerja sebagai TKI.

“Makanya sekarang yang sedang kita jaga adalah saat TKI itu pulang cuti ke sini. Itu yang akan kita screening ulang sekarang. Jadi kalau ada yang terkena bisa diketahui dengan cepat,” imbuhnya.

Jumlah ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV/AIDS diakui Eka lebih tinggi dari PSK. “Dari kasus kita yang jumlahnya ratusan, komposisi ibu rumah tangga puluhan lah. Yang memprihatinkan juga kasus anak-anak yang tertular HIV/AIDS dari orang tua tahun ini ada 10 orang,” jelasnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here