Ibu-ibu Pedagang Kelontong Diduga Suplai Tramadol

Suasana penggerebekan pengedar Tramadol di Gomong, Selaparang, Mataram Rabu, 5 Agustus 2020.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram menggerebek lima orang yang bertransaksi obat keras daftar G di Gomong Lama, Gomong, Selaparang, Mataram Rabu sore, 5 Agustus 2020. Penggerebekan itu terkait transaksi pil Tramadol dan Trihexyphendyl. Tiga penjual dan dua pembeli diamankan.

“Barang bukti yang kita amankan ada pil Tramadol sebanyak 29 butir. Dan Trihex 16 kapsul,” ungkap Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan. Selain itu disita juga uang tunai Rp325 ribu yang diduga merupakan hasil transaksi.

Iklan

Mereka yang diamankan itu antara lain AR (60) selaku penyuplai serta dua orang pengecer, TR dan DR. Para pelaku ini berjualan di gang-gang sempit. Tramadol dijual per dua butir. Satu butirnya dihargai Rp5 ribu.

Begitu ditangkap, TR dan DR yang mencoba kabur ini akhirnya buka suara. Mereka mengambil obat keras yang penjualannya terbatas itu dari sebuah warung. Dari keterangan itu, ibu-ibu berinisial AR menyusul ditangkap.

“Ibu ini berjualan toko kelontong. Tapi dia juga menyediakan Tramadol,” terang Ericson.

Para pengecer ini membeli Tramadol dari AR dengan harga Rp3 ribu per butir. Dari setiap butirnya, TR dan DR mengambil keuntungan Rp2 ribu. Sementara AR membeli dalam jumlah besar dengan harga per-butir Rp1.500.

“Ini kita masih selidiki siapa bandarnya,” terangnya.

Para pengecer ini sudah menjual Tramadol diam-diam selama tiga bulan belakangan. TR yang merupakan residivis kasus pencurian bisa menjual obat keras itu antara 30 sampai 40 butir setiap harinya. “Pelanggannya yang datang membeli ke mereka. Dua pembeli ini masih sebagai saksi,” tandas Ericson. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here