Ibadah Haji Batal, CJH Diberi Hak Tarik atau Titip BPIH

Syamsul Ilyas. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Pemberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) pada penyelenggaraan ibadah haji 1441 H tahun 2020, resmi dibatalkan. Sesuai Keputusan Menteri Agama (KMA) RI nomor 494 tahun 2020. Pembatalan itu menyusul adanya ancaman keselamatan dan kesehatan ditengah pandemi Covid-19.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dompu, Drs. H Syamsul Ilyas kepada wartawan di kantornya, Selasa, 9 Juni 2020 menyampaikan, pihaknya sudah mengantongi surat resmi pembatalan pemberangkatan jamaah haji tersebut. Saat ini masih dalam proses penandatanganan untuk kemudian diberikan ke masing-masing CJH. “Insya Allah dalam waktu dekat surat itu akan kita sampaikan kepada seluruh jamaah haji di Dompu,” terangnya.

Iklan

Diantara pertimbangan pembatalan tersebut, salah satunya yakni ancaman kesehatan bagi jamaah haji. Sebab berkumpul dengan jumlah yang begitu besar potensial mempermudah penularan virus Corona.

Karenanya, CJH diharapkan bersabar sementara waktu sampai gelombang keberangkatan tahun 2021 mendatang. “Bagi jamaah haji tahun 2020 yang sudah melunasi BPIH akan diberangkatkan tahun 2021,” ujarnya.

Kendati total 275 CJH yang melunasi BPIH direncanakan berangkat 2021, pemerintah menawarkan dua opsi terkait biaya yang sudah dikeluarkan. Pertama, CJH bisa menitip uang pelunasan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kedua, mereka berhak meminta kembali biaya yang sudah dikeluarkan, tetapi hanya untuk uang pelunasan saja. Besarannya sekitar Rp12 juta. Jika waktunya berangkat maka biaya tersebut harus disetor kembali.

Kalaupun ditemukan CJH yang ingin mengambil semua biaya pemberangkatan mulai dari uang pendaftaran awal hingga pelunasan, maka datanya sebagai CJH langsung dihapus setelah pengembalian dilakukan. “Alhamdulillah sejauh baru satu yang minta kembalikan uang pelunasan. Kita tidak melihat alasannya karena itu hak mereka, kalau ditarik semua itu akan menggugurkan,” jelas dia.

Untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 ini, CJH asal Dompu yang sudah melakukan pendaftaran awal tercatat 285 orang. Namun demikian, dalam perjalanannya hanya 275 orang yang mampu melunasi biaya. Mereka itulah yang ditunda keberangkatannya tahun ini. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional