Ibadah di IC, Penyelenggara Terapkan Protokol Covid

Spanduk imbauan yang dipasang pengelola IC agar jemaah menggunakan masker saat beribadah di masjid. (Suara NTB/ham)

Mataram (Suara NTB) – Semenjak Kompleks Islamic Center (IC) dibuka untuk beribadah di masa pandemi Covid-19, penerapan protokol Covid-19 menjadi suatu hal yang wajib diterapkan. Jemaah yang akan beribadah di Kompleks IC wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum masuk ke tempat ibadah di lantai 2.

‘’Kalau ada yang tidak menggunakan masker dan tidak membawa sajadah sendiri, kita tidak izinkan salat di dalam. Mereka bisa salat di luar yang tidak menggunakan alas. Tidak mungkin kita mengusir mereka yang tidak menggunakan masker dan mau salat. Kita tempatkan di tempat yang lain,’’ ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Destinasi Wisata Unggulan pada Dinas Pariwisata NTB M. Ilham, M.M., menjawab Suara NTB, Rabu, 21 Oktober 2020.

Iklan

Diakuinya, penerapan standar protokol kesehatan di IC cukup ketat. Pihaknya juga menyiagakan petugas yang tetap standby memantau jemaah yang tidak menggunakan protokol kesehatan. Di pintu masuk ruang masjid utama, jika ada jemaah yang tidak menggunakan masker atau tidak membawa sajadah diarahkan ke tempat lain. Sementara yang menggunakan masker dan membawa sajadah diarahkan masuk ke dalam masjid.

Pantauan Suara NTB, Rabu kemarin, tidak ada kajian keagamaan seperti pada saat sebelum Covid-19. Begitu selesai salat berjemaah, petugas kemudian menutup pintu masjid. Jemaah yang ingin melaksanakan ibadah, bisa salat di bagian lain masjid. Pihak pengelola tidak ingin kawasan IC menjadi tempat penularan Covid-19. Untuk itu, di beberapa tempat dipasang spanduk yang berisi imbauan pada jemaah atau pengunjung agar menggunakan masker kalau masuk ke kawasan masjid. Selain itu, tetap menjaga jarak dan mencuci tangan di tempat yang telah ditentukan. (ham)