HUT Kota Mataram, Pemkot Harus Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi

H. Ahyar Abduh. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Turunnya eskalasi kasus Covid-19 di Kota Mataram menjadi kado istimewa untuk peringatan hari ulang tahun (HUT) Kota Mataram ke-28, Selasa, 31 Agustus 2021. Mengikuti capaian tersebut, Pemerintah Kota Mataram diharapkan dapat mengambil kebijakan-kebijakan baru untuk mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.

Mantan Walikota Mataram periode 2010-2021, H. Ahyar Abduh menyebut capaian Pemkot Mataram saat ini terkait penanganan pandemi memang cukup bagus. “Kita sudah dengarkan keberhasilan Satgas Covid-19 di Kota Mataram menekan kasus harian. Bahkan sekarang seluruh lingkungan sudah keluar dari zona merah. Karena itu, sekarang saatnya juga mendorong pemulihan ekonomi,” ujarnya seusai menghadiri seremonial perayaan HUT Kota Mataram di Kantor Walikota Mataram.

Iklan

Menurut Ahyar, dampak terbesar pandemi Covid-19 adalah menurunnya geliat ekonomi masyarakat. Sehingga dibutuhkan langkah-langkah strategis dari pemerintah untuk menyelaraskan upaya menekan penyebaran virus dengan upaya meningkatkan pergerakan ekonomi tersebut.

“Ini hanya bisa dilakukan oleh pemerintah. Kita harus perkuat sinergi dalam satu semangat untuk mewujudkan visi-misi Kota Mataram yang sudah ditetapkan kepala daerah saat ini, yaitu menuju Kota Mataram yang HARUM (harmonis, aman, ramah, unggul dan mandiri). Ini tugas berat memang di tengah-tengah kondisi saat ini,” jelas mantan walikota dua periode tersebut.

Senada dengan itu Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi menyebut penerapan protokol kesehatan (prokes) dan standar penanganan pandemi Covid-19 lainnya tidak boleh kendor. Terutama setelah Kota Mataram berhasil menekan laju penularan virus beberapa pekan terakhir.

Sampai dengan 28 Agustus 2021 Satgas Covid-19 Kota Mataram mencatat kasus aktif sebanyak 4,8 persen dengan angka kematian sebanyak 3,3 persen, dan angka kesembuhan sebanyak 91,9 persen. Tren kasus mingguan tersebut terus menurun setelah mencapai puncak pada 17 Juli, yaitu mencapai 570 kasus. kemudian sempat naik dan turun lagi, per 28 Agustus posisi kasus berada pada angka 282 kasus. Begitupun kasus aktif yang pada 24 Juli mencapai puncak dengan 915 kasus, per 28 Agustus telah turun menjadi 321 kasus. Seiring dengan itu, jumlah sembuh sebanyak 333 orang, kasus meninggal sebanyak 13 orang. Per tanggal 28 Agustus pula, jumlah lingkungan dengan 0 kasus sebanyak 62,5 persen, 1-2 kasus sebanyak 30,8 persen, 3-5 kasus sebanyak 6,8 persen, dan diatas 5 kasus sebanyak nol persen.

“Ini yang dari sektor kesehatan tidak boleh kendor, tetap harus disiplin prokesnya. Berbarengan dengan itu, kita perlu mengatur strategi juga untuk mendorong sektor ekonomi supaya perlahan mulai beraktivitas. Tentu dengan skala yang disesuaikan, karena memang masih perlu ditata juga prokesnya (untuk sektor ekonomi),” ujar Didi.

Pihaknya berharap upaya penanganan pandemi Covid-19 dengan upaya mendorong geliat ekonomi masyarakat dapat berjalan paralel. Jika ekonomi masyarakat berhasil digerakkan kembali, pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 juga akan mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat secara umum.

Untuk itu, pihaknya berharap pengaturan keuangan daerah juga dapat dilakukan dengan progresif. Artinya, dengan anggaran yang ada dapat berkontribusi positif dengan program-program yang mendorong pemulihan ekonomi. “Kalau anggaran itu bisa dikeluarkan dengan cepat, dikeluarkan saja. Supaya program-program yang mendukung ekonomi masyarakat bisa segera dieksekusi,” tandas Didi. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional