HUT KLU Ke-13, Bupati Ingatkan Tetap Kompak dan Komit Selesaikan RTG

Bupati KLU H. Djohan Sjamsu menjadi Inspektur Upacara pada peringatan HUT KLU ke 13, Rabu, 21 Juli 2021. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – HUT ke-13 Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rabu, 21 Juli 2021 berlangsung sederhana. Upacara HUT dilaksanakan dengan standar protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Momentum tersebut, Bupati KLU H. Djohan Sjamsu mengajak masyarakat tetap kompak. Ia juga berkomitmen menyelesaikan persoalan RTG (rumah tahan gempa).

Upacara HUT KLU digelar di halaman Kantor Bupati, yang dihadiri Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur pejabat, dan tamu undangan. Sementara kalangan ASN yang tidak hadir di lapangan, mengikuti upacara di kantor dinas masing-masing secara virtual.

Iklan

Bupati, H. Djohan Sjamsu, menyampaikan masih banyak persoalan daerah yang harus diselesaikan satu per satu. Di tengah persoalan itu, ia meminta dukungan kolektif semua pihak.

“Diulang Tahun KLU Ke 13 ini memiliki makna tersendiri bagi saya, karena ini awal dari kepemimpinan yang pastinya dengan segala persoalan yang ada,” ucap Djohan.

Ia menyebut, masih tingginya angka kemiskinan, yakni 26,99 persen lebih menjadi isu strategis. Di samping itu, persoalan sarana dan prasaran kantor belum memadai pascakerusakan akibat gempa.

“Insya Allah di tahun berikutnya kita berupaya mengentaskan kemiskinan supaya terus menurun hingga tahun 2024, kuncinya kita bersatu padu demi kemajuan Lombok Utara,” sambungnya.

Pada sarana perumahan warga korban gempa, Djohan mengatakan akan bekerja maksimal menuntaskan rumah yang belum terbangun.

Sebagaimana kronologi data korban gempa, dipaparkan Bupati, bahwa data terbaru BPBD KLU per 30 Juni 2021, sebagai berikut. Korban gempa SK tahap 1-27 sejumlah 71.304 unit, terdiri dari rusak berat (RB) 52.875 unit, rusak sedang (RS) 6.236 unit dan rusak ringan (RR) 12.193 unit. Dari jumlah tersebut, terverifikasi jumlah rumah (SK1-27) sebanyak 64.251, masing-masing RB 48.397 unit, RS 5.292 unit, dan RR 10.562 unit.

Sedangkan review Inspektur Utama BNPB menyebut, jumlah rumah rusak terkoreksi sebanyak 56.710 unit meliputi RB 42.049 unit, RS 4.772 unit, dan RR 8.889 unit.

Data RTG masih ditambah dengan usulan Tahap II, sebanyak 7.164 unit, meliputi RB, 6.472 unit, RS 493 unit dan RR, 199 unit. “Sementara Data Tampungan atau belum diusulkan sebanyak 3.057 unit, terdiri dari rusak berat 1.768 unit, rusak sedang 486 unit, dan rusak ringan 803 unit.” “Pemda KLU berkomitmen menyelesaikan RTG sehingga masyarakat penerima manfaat, dapat menerima sesuai dengan peruntukannya,” demikian Djohan Sjamsu. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional