HUT ke-18 SMAN 1 Gangga, Ikhtiar Menjadi Sekolah Terbaik di Lombok Utara

Siswa SMAN 1 Gangga bersama guru pembimbing. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – SMAN 1 Gangga berulang tahun ke 18, 28 Februari 2020 lalu. Di usianya yang relatif matang, sekolah ini ditargetkan menjadi sekolah terbaik di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Ikhtiar itu mulai diperlihatkan oleh pengelola pendidikan setempat. Adalah Suharna, SE., – Kepala Sekolah SMAN 1 Gangga, memiliki tekad untuk mewujudkan SMAN 1 Gangga di periode pertama kepemimpinannya.

Iklan

Mantan Guru Ekonomi Akuntansi SMAN 1 Tanjung ini, mulai menyusun visi dan misi sekolah. Bagi Suharna, tolok ukur kecerdasan siswa bukan prioritas pertama melainkan ditempatkan di urutan tiga setelah behavior dan estetis. “Jadi kecerdasan (smart) di urut tiga, kebiasaan dan perilaku yang diutamakan,” ucap Suharna.

Rangkaian HUT SMAN 1 Gangga, panitia telah menyiapkan waktu 2 hari (28-29 Februari 2020). Hari pertama dengan agenda gerak jalan sehat, penghijauan serta pembagian hadiah jalan sehat dari sponsorship XL.

Sedangkan hari kedua, ratusan undangan berkesempatan memeriahkan HUT. Hampir seluruh stakeholder dihadirkan, dari Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB, Polres Lombok Utara, Danramil, Camat, kades, tokoh masyarakat, alumni serta wali murid.

Pada hari kedua pula, panitia menampilkan hiburan pentas Seni – karya siswa SMAN 1 Gangga berupa tari, teater, olah vokal serta keterampilan siswa lain. Pembagian hadiah pada beberapa lomba yang digelar sebelumnya, dilakukan pada hari kedua. Termasuk hadiah pertandingan futsal dan (game) Mobile Legend tingkat SMA/SMK/MA. Tahun 2019 lalu, SMAN 1 Gangga menjadi tuan rumah acara tahunan tingkat SMA itu, sekaligus keluar sebagai Juara I dari 24 klub peserta.

Bagi Suharna, kepemimpinannya di SMAN 1 Gangga memasuki 2 tahun dari periodisasi 4 tahun masa jabatan kepala sekolah. Pada periode singkat itu, ia ingin menaikkan prestise dan prestasi SMAN 1 Gangga lebih tinggi dari SMA/SMK lain.

Ia tahu itu cukup sulit, namun bukan hal yang mustahil. Dengan visi misi yang menjadi pakem kerangka kerja sekolah, ia optimis akan berhasil.

Di momen pascagempa ini saja, Suharna berhasil menjaga level sekolah. Meski bukan favorit, namun SMA Gangga menjadi satu-satunya sekolah di KLU yang dilengkapi fasilitas dan RKB. Laboratorium, perpustakaan, dan ruang kelas siswa, seluruhnya telah diperbaiki. Hanya musala yang masih belum terbangun. Namun kegiatan Imtaq siswa, disulap pada 3 ruangan yang dijadikan satu ruang.

“Prestasi akademik kita masih di bawah sekolah lain, tetapi prestasi non akademik, kita lebih unggul,” ucapnya.

Terakhir kali menamatkan siswa, alumni SMAN 1 Gangga diperkirakan 70 persennya terserap ke Perguruan Tinggi Negeri dan swasta. Target ini dinaikkan menjadi 90 persen, dengan serapan utama alumni adalah kampus negeri di Lombok dan Pulau Jawa. “Dengan diterapkannya sistem zonasi, kita optimis. Kalau kemarin anak-anak berprestasi di Kecamatan Gangga banyak sekolah di tempat lain, sekarang mereka wajib masuk di SMAN 1 Gangga,” tandasnya.   (ari)